Beranda Berita Presiden Venezuela Libatkan Warga Sipil di Tengah Ketegangan dengan Kapal Perang AS

Presiden Venezuela Libatkan Warga Sipil di Tengah Ketegangan dengan Kapal Perang AS

0
127

Latihan Militer Besar-besaran Venezuela Di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengumumkan peluncuran latihan militer besar-besaran yang melibatkan personel militer dan sipil pada Rabu (8/10). Latihan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS), yang dipicu oleh pengerahan kapal perang AS di lepas pantai Venezuela.

Melalui media sosial Telegram, Maduro menyatakan bahwa latihan tersebut dimulai pada tengah malam, dengan tujuan mempraktikkan aktivasi simultan dari semua skenario pertahanan, perlawanan, dan ofensif di zona pertahanan kompleks La Guaira dan Carabobo. Pasukan milisi Venezuela turut bergabung dengan militer dalam model pelatihan baru ini.

Program pelatihan yang akan ditingkatkan secara bertahap ini dirancang untuk melindungi perdamaian, kedaulatan, dan masa depan negara. Selain itu, rencana nasional ini juga mencakup penguatan pasukan pertahanan teritorial dan kesiapan untuk melawan ancaman eksternal apa pun. Rencana nasional itu mencakup pula penguatan pasukan pertahanan teritorial dan melawan ancaman eksternal.

Pernyataan Presiden AS Terkait Perang Narkoba

Sebelumnya pada 19 Agustus, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump siap menggunakan “setiap elemen kekuatan Amerika” untuk memerangi perdagangan narkoba, tanpa mengesampingkan kemungkinan dilaksanakannya operasi militer di Venezuela. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan bahwa Washington mengerahkan lebih dari 4.000 marinir dan pelaut, serta beberapa kapal militer, ke perairan lepas pantai Amerika Latin dan Karibia dengan dalih melawan kartel narkoba.

The New York Times melaporkan pada Senin (6/10) bahwa Trump baru-baru ini telah memerintahkan utusan khususnya, Richard Grenell, untuk menghentikan kontak diplomatik dengan Presiden Maduro dan para pejabat senior Venezuela, yang telah berlangsung sejak Februari. Dalam pertemuan dengan para pemimpin militer senior 2 Oktober lalu, Trump memerintahkan Richard Grenell, utusan khusus presiden yang memimpin negosiasi dengan Venezuela, untuk menghentikan seluruh upaya diplomatik, termasuk pembicaraan dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, kata para sumber pejabat pada Senin.

Menurut laporan harian AS itu, Trump “semakin frustrasi dengan penolakan Maduro untuk menyerahkan kekuasaan secara sukarela serta terhadap sikap penolakan yang terus-menerus dari para pejabat Venezuela terkait keterlibatan mereka dalam perdagangan narkoba.” Langkah tersebut membuka kemungkinan terjadinya eskalasi militer terhadap para pengedar narkoba atau pemerintah Maduro.

Tuduhan Maduro terhadap Amerika Serikat

Maduro telah berulang kali menuduh AS menggunakan ancaman kartel narkoba sebagai dalih untuk melakukan perubahan rezim dan memperkuat kehadiran militernya di kawasan Amerika Latin. Hal ini menunjukkan bahwa situasi politik dan militer antara kedua negara semakin memanas.

Dengan adanya latihan militer besar-besaran yang digelar oleh Venezuela, serta tindakan AS yang terus-menerus memperkuat posisinya di kawasan, potensi konflik antara kedua negara menjadi semakin nyata. Kedua belah pihak tampaknya sedang bersiap menghadapi berbagai skenario yang bisa terjadi, baik secara diplomatis maupun militer.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini