Beranda Internasional Profil Lengkap Larry Ellison, Pendiri Oracle yang Punya Kekayaan Rp5.564 Triliun

Profil Lengkap Larry Ellison, Pendiri Oracle yang Punya Kekayaan Rp5.564 Triliun

0
424

New York, Reformasi.co.id – Lawrence Joseph Ellison, atau lebih dikenal sebagai Larry Ellison, adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia teknologi modern. Ia bukan sekadar pendiri Oracle Corporation, melainkan juga seorang miliarder flamboyan dengan jejak panjang di dunia bisnis, politik, hingga olahraga prestisius seperti yachting.

Pada Rabu (10/9/2025) kemarin, Ellison sempat merebut posisi sebagai orang terkaya di dunia menurut Financial Times, dengan kekayaan yang ditaksir mencapai US$393 miliar atau setara dengan Rp5.564 miliar. Meskipun pada Rabu (17/9/2025), tampuk terkaya itu kembali diduduki owner Tesla, Elon Musk.

Kisah Ellison mencerminkan bagaimana tekad, visi, dan keberanian mengambil risiko mampu mengubah hidup seseorang dari masa kecil penuh keterbatasan menjadi simbol kesuksesan global.

Masa Kecil dan Pendidikan

Ellison lahir pada 17 Agustus 1944 di New York City dari seorang ibu tunggal, Florence Spellman. Ayah biologisnya adalah seorang pilot Italia-Amerika di Angkatan Udara AS. Namun, Ellison kecil harus menghadapi kenyataan pahit ketika pada usia sembilan bulan ia diserahkan untuk diadopsi oleh bibinya, Lillian Spellman, dan suaminya, Louis Ellison.

Hubungan dengan keluarga angkat ini tidak sepenuhnya harmonis: sang ibu angkat dikenal penuh kasih sayang, sementara ayah angkatnya digambarkan keras dan kurang mendukung.

Tumbuh di lingkungan kelas menengah Yahudi di South Shore, Chicago, Ellison sudah menunjukkan sikap skeptis terhadap agama sejak remaja. Meski dibesarkan dalam tradisi Yahudi Reformis, ia menolak menjalani bar mitzvah pada usia 13 tahun.

Ellison menempuh pendidikan di South Shore High School, lalu melanjutkan ke University of Illinois di Urbana–Champaign sebagai mahasiswa kedokteran. Namun, ia keluar sebelum ujian akhir setelah ibunya meninggal.

Sempat menghabiskan waktu singkat di University of Chicago, Ellison mulai mengenal dunia komputer yang kelak menjadi jalur kariernya. Dari sanalah langkah awalnya sebagai programmer di California dimulai.

Mendirikan Oracle: Dari Proyek CIA hingga Raksasa Perangkat Lunak

Karier Ellison semakin terarah ketika ia bekerja di Ampex Corporation pada 1970-an. Salah satu proyek pentingnya adalah membuat basis data untuk CIA dengan nama kode “Oracle”. Terinspirasi dari tulisan Edgar F. Codd tentang sistem basis data relasional, Ellison mendirikan Software Development Laboratories (SDL) bersama dua rekannya pada 1977 dengan modal hanya 2.000 dolar AS.

Dari sana lahirlah Oracle Database, yang kemudian berkembang pesat dan menyaingi dominasi IBM. Meski sempat nyaris bangkrut pada 1990 akibat strategi penjualan yang terlalu agresif, Oracle bangkit dan menjelma menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia.

Ellison memimpin Oracle sebagai CEO sejak 1977 hingga 2014, sebelum menyerahkan kursi kepemimpinan kepada Safra Catz dan Mark Hurd. Ia tetap bertahan sebagai executive chairman sekaligus chief technology officer.

Rivalitas, Kekayaan, dan Gaya Hidup

Sebagai pengusaha, Ellison dikenal kompetitif. Rivalitasnya dengan para pemimpin perusahaan teknologi lain, seperti Informix hingga Microsoft, menjadi bagian dari sejarah industri. Ia juga sempat menjabat sebagai direktur Apple setelah Steve Jobs kembali ke perusahaan tersebut pada 1997, meski mundur beberapa tahun kemudian.

Dalam hal kekayaan, Ellison sering masuk jajaran atas daftar miliarder global. Pada 2006, ia dinobatkan Forbes sebagai orang terkaya di California. Pada dekade 2010-an, ia beberapa kali masuk daftar tiga besar orang terkaya di Amerika Serikat, hanya kalah dari Bill Gates dan Warren Buffett.

Puncaknya, pada September 2025, nilai saham Oracle melonjak 36% setelah laporan pendapatan yang spektakuler, ditambah kesepakatan besar dengan OpenAI. Hal ini membuat kekayaan Ellison melonjak 89 miliar dolar AS dalam sehari—lonjakan terbesar sepanjang sejarah Bloomberg Billionaires Index. Ia bahkan sempat menyalip Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia, meski kemudian Musk kembali memimpin dengan selisih tipis.

Investasi, Amal, dan Kontroversi

Ellison dikenal luas atas gaya hidup mewahnya: dari koleksi jet pribadi, kapal pesiar super, hingga kepemilikan 98% Pulau Lānaʻi di Hawaii. Ia juga terjun ke dunia olahraga, membeli Indian Wells Tennis Garden dan membiayai tim balap kapal layar Oracle Team USA yang menorehkan kemenangan bersejarah di America’s Cup.

Selain bisnis dan olahraga, Ellison aktif dalam kegiatan filantropi. Ia mendonasikan miliaran dolar untuk riset kesehatan, termasuk pendirian Ellison Institute of Technology di California dan Oxford yang berfokus pada inovasi medis. Namun, filantropinya kerap disertai kontroversi, mulai dari tawaran membangun basis data nasional AS pasca serangan 11 September hingga sumbangan politik yang memicu perdebatan.

Warisan dan Pengaruh

Lebih dari sekadar pengusaha, Larry Ellison adalah simbol era teknologi yang membentuk dunia modern. Ia adalah bukti nyata bahwa keberanian memadukan visi dengan momentum dapat mengubah industri dan memengaruhi keseimbangan kekayaan global.

Kini, meski usianya sudah melampaui 80 tahun, Ellison tetap menjadi sosok sentral di Silicon Valley. Dengan peran strategis di Oracle, investasi di berbagai sektor, dan pengaruh dalam lanskap politik serta teknologi, ia menegaskan dirinya bukan hanya sebagai miliarder, melainkan juga tokoh yang terus membentuk arah masa depan industri teknologi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini