Beranda Berita Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir, Komdigi Buka Posko Bantuan Psikologis

Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir, Komdigi Buka Posko Bantuan Psikologis

0
70

Pendirian Posko Dukungan Psikososial untuk Anak-Anak Terdampak Banjir

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah melakukan langkah penting dalam upaya membantu anak-anak yang terdampak banjir di Sumatera. Salah satu inisiatifnya adalah pendirian Posko Dukungan Psikososial, yang bertujuan menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk bermain, belajar, serta memulihkan kondisi mental mereka selama masa pascabencana.

Posko pertama yang beroperasi berada di Masjid Alhafiz, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang aktivitas bagi anak-anak yang masih belum bisa kembali ke rumah akibat genangan air. Di sini, mereka dapat beristirahat, bersosialisasi, serta mengikuti berbagai program pendampingan yang disiapkan.

Saat meninjau lokasi tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan bahwa pemulihan psikologis anak merupakan bagian penting dari penanganan bencana. Ia menjelaskan bahwa posko ini fokus pada kebutuhan anak-anak, karena meskipun banjir sudah reda, banyak dari mereka belum dapat beraktifitas di rumah masing-masing.

“Anak-anak bisa bermain di sini,” ujar Meutya saat berkunjung ke Posko Komdigi Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, dikutip Rabu (3/12).

Ia juga menyebutkan bahwa posko telah menyiapkan beragam kegiatan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang mengalami trauma akibat banjir. Kegiatan tersebut mencakup menggambar, permainan, hingga menonton video edukasi bersama-sama.

“Setiap hari nanti ada kegiatan, mulai dari menggambar, permainan, hingga menonton video edukasi bersama-sama. Mudah-mudahan ini bisa meredakan trauma, meskipun pasti kesulitannya luar biasa, tapi ini bisa sedikit membantu, khususnya bagi anak-anak kita,” tambahnya.

Pemulihan Jaringan Seluler di Wilayah Terdampak

Di sisi lain, upaya pemulihan jaringan seluler di daerah yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat serta Sumatera Utara juga dilakukan. Berdasarkan laporan para operator, lebih dari 90 persen menara BTS di wilayah tersebut sudah kembali berfungsi.

Meutya menegaskan bahwa percepatan perbaikan jaringan menjadi fokus utama agar masyarakat dapat kembali berkomunikasi dan memperoleh informasi krusial. Ia menyampaikan bahwa para operator seluler melaporkan bahwa di Sumbar sudah 95 persen pulih dan Sumut 90 persen. Namun, di Aceh, kendala listrik masih menyebabkan sekitar 60 persen menara tidak beroperasi.

“Pemerintah bersama operator dan PLN terus bekerja agar layanan segera normal kembali,” ujar Meutya.

Hingga Senin (1/12) pukul 00.00 WIB, terdapat total 2.804 menara yang mengalami gangguan di tiga provinsi, meliputi 1.969 menara di Aceh, 681 menara di Sumatra Utara, dan 154 menara di Sumatra Barat.

Kegiatan yang Disiapkan di Posko

  • Anak-anak diberikan kesempatan untuk bermain dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
  • Ada program pendampingan yang dirancang khusus untuk membantu mereka melewati trauma.
  • Kegiatan seperti menggambar dan permainan interaktif disediakan untuk meningkatkan kesehatan mental anak-anak.
  • Tersedia juga tontonan video edukasi yang bisa dinikmati bersama oleh anak-anak dan pengasuh mereka.
  • Posko juga menjadi tempat untuk beristirahat dan bersosialisasi dengan sesama anak-anak yang mengalami situasi serupa.

Dengan adanya posko ini, diharapkan anak-anak yang terdampak banjir dapat segera pulih secara psikologis dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini