Beranda Berita Russia Hentikan Ekspor Minyak, Harga Melonjak 2%

Russia Hentikan Ekspor Minyak, Harga Melonjak 2%

0
69

Harga Minyak Mengalami Kenaikan Signifikan Akibat Penutupan Ekspor di Rusia

Harga minyak mengalami kenaikan signifikan pada Jumat (14/11/2025), dengan penutupan yang lebih dari 2%. Hal ini terjadi karena pelabuhan Novorossiisk di Rusia menghentikan ekspor minyak. Penutupan ini menjadi respons terhadap serangan pesawat nirawak Ukraina yang menyerang depot minyak di pusat energi Rusia, memicu kekhawatiran terkait pasokan.

Harga minyak mentah berjangka Brent mencatat kenaikan sebesar US$1,38 atau 2,19%, naik ke level US$64,39 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate AS juga meningkat sebesar US$1,40 atau 2,39%, mencapai US$60,09 per barel. Kenaikan ini menunjukkan ketidakpastian pasar terhadap stabilitas pasokan minyak global.

Serangan yang terjadi pada Jumat (14/11/2025) menyebabkan kerusakan pada sebuah kapal di pelabuhan, blok-blok apartemen, dan sebuah depot minyak di Novorossiisk. Tiga awak kapal terluka dalam insiden tersebut, menurut laporan pejabat Rusia. Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group, menyatakan bahwa serangan di terminal Rusia sangat besar dan tampaknya memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan serangan-serangan sebelumnya.

Reuters melaporkan bahwa pelabuhan Novorossiisk di Rusia menghentikan ekspor minyak sebesar 2,2 juta barel per hari, yang setara dengan 2% dari pasokan global. Perusahaan monopoli pipa minyak Transneft juga menangguhkan pasokan minyak mentah ke pelabuhan tersebut. Giovanni Staunovo, analis komoditas di UBS, mengungkapkan bahwa intensitas serangan-serangan ini telah meningkat, dengan frekuensi yang lebih tinggi. Ia memperingatkan bahwa serangan-serangan ini dapat menyebabkan gangguan jangka panjang.

Ukraina pada Jumat (14/11/2025) mengumumkan bahwa mereka menyerang sebuah kilang minyak di wilayah Saratov, Rusia, serta sebuah fasilitas penyimpanan bahan bakar di dekat Engels, semalam. Investor saat ini sedang mencoba menilai dampak dari serangan terbaru ini dan bagaimana hal ini akan memengaruhi pasokan minyak Rusia dalam jangka panjang.

Selain itu, para investor juga tengah mengamati dampak sanksi Barat terhadap pasokan minyak dan arus perdagangan Rusia. Inggris memberikan izin khusus yang memungkinkan perusahaan untuk tetap bekerja sama dengan dua anak perusahaan Bulgaria dari perusahaan minyak Rusia yang disanksi, Lukoil, seiring dengan pengambilalihan aset oleh pemerintah Bulgaria.

Di sisi lain, Amerika Serikat memberlakukan sanksi yang melarang kesepakatan dengan perusahaan minyak Rusia, Lukoil, dan Rosneft setelah 21 November sebagai bagian dari upaya untuk membawa Kremlin ke perundingan damai terkait Ukraina. JPMorgan melaporkan bahwa sekitar 1,4 juta barel minyak per hari Rusia, atau hampir sepertiga dari potensi ekspor melalui laut, telah ditambahkan ke stok yang disimpan di kapal tanker karena bongkar muat melambat akibat sanksi AS terhadap Rosneft dan Lukoil.

Membongkar kargo bisa menjadi jauh lebih menantang setelah batas waktu penerimaan minyak yang dipasok oleh kedua perusahaan pada 21 November, tambah bank tersebut. Sementara itu, jumlah rig pengeboran minyak di Amerika Serikat naik 3 rig menjadi 417 rig dalam pekan yang berakhir pada 14 November, menurut data dari perusahaan jasa minyak Baker Hughes pada hari Jumat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini