BEI memantau empat saham perusahaan yang mengalami kenaikan harga yang tidak biasa. Empat perusahaan tersebut adalah PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dan PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI).
Pengumuman tentang aktivitas pasar yang tidak biasa (UMA) tidak berarti adanya pelanggaran terhadap aturan di bidang pasar modal. Hal ini disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia dalam pengumumannya.
Saham SINI telah dipantau dua kali pada tahun 2025, yaitu pada tanggal 30 Januari dan 9 Mei lalu. Dalam beberapa waktu terakhir, harga saham SINI mengalami kenaikan signifikan. Harga saham SINI ditutup di level Rp 5.600 per saham. Dalam sepekan terakhir, harga naik 16,67% dan dalam sebulan terakhir naik 43,59%. Sejak awal tahun, saham SINI meningkat 12% YTD.
Sementara itu, saham GIAA ditutup di level Rp 114 per saham di akhir perdagangan Selasa (14/10). Harganya naik 18,75% dalam sepekan terakhir dan 60,56% dalam sebulan terakhir. Sejak awal tahun, GIAA mengalami kenaikan sebesar 107,27% YTD.
Bursa juga memperhatikan saham MOLI yang ditutup di level Rp 340 per saham. Harganya naik 25,93% dalam sepekan dan 57,41% dalam sebulan terakhir. Sejak awal tahun, MOLI meningkat sebesar 58,88% YTD.
Sedangkan MHKI ditutup di level Rp 290 per saham. Dalam sepekan terakhir, harga saham naik 9,02% dan dalam sebulan terakhir naik 45%. Sejak awal tahun, MHKI mengalami kenaikan sebesar 205,26% YTD.
Bursa Efek Indonesia sedang memantau perkembangan pola transaksi saham-saham tersebut. Untuk investor, Bursa menyarankan beberapa hal penting sebagai berikut:
- Memperhatikan jawaban dari Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi dari Bursa.
- Mencermati kinerja perusahaan serta tingkat keterbukaan informasi yang diberikan.
- Mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan jika belum mendapatkan persetujuan RUPS.
- Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang bisa muncul di masa depan sebelum mengambil keputusan investasi.
GIAA Chart
by TradingView



