
Bencana alam sering kali menyebabkan kerugian yang sangat besar, baik secara materi maupun jiwa. Namun, bagaimana nasib para korban yang selamat tetapi kehilangan segalanya akibat bencana? Apakah mereka masih memiliki harapan untuk melanjutkan hidup setelah mengalami pengalaman traumatis tersebut?
Bencana alam bisa terjadi kapan saja dan tanpa peringatan, sehingga membuat para korban merasa tidak siap menghadapinya. Hal ini berdampak pada masa depan mereka karena aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Selain itu, bencana juga dapat menyebabkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, serta munculnya masalah psikologis. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tindakan pertama yang dapat dilakukan agar para korban tetap memiliki harapan dalam menjalani kehidupan setelah bencana.
Dampak Psikologis Korban Bencana

Trauma akibat bencana adalah hal yang nyata dan memengaruhi kesehatan mental baik orang dewasa maupun anak-anak. Banyak dari mereka mengalami stres pasca trauma (PTSD) yang menyebabkan rasa cemas, takut, serta stres berkelanjutan. Mereka juga sering mengalami mimpi buruk karena teringat kejadian yang menyakitkan.
Selain itu, kehilangan kerabat atau harta benda juga membuat korban rentan mengalami depresi. Anak-anak, khususnya, sering mengalami gangguan sosial akibat dampak bencana. Masalah mental seperti ini harus ditangani dengan serius dan terus-menerus agar tidak semakin parah.
Langkah Preventif Kepada Korban Melalui Psychological First Aid

Meskipun bantuan fisik seperti makanan, air, dan tempat tinggal sangat penting, dukungan mental juga tidak kalah penting. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memulihkan harapan para korban adalah melalui Psychological First Aid (PFA). Penelitian membuktikan bahwa PFA dapat mengurangi dampak emosional dan mental pada korban bencana.
Cara kerja PFA terdiri dari beberapa unsur utama:
-
Safety
Memberikan rasa aman dengan melindungi korban dari bahaya dan memenuhi kebutuhan dasar mereka. Bantuan fisik dan perlindungan harus diberikan secara merata kepada semua korban. -
Function
Mendorong keberfungsian korban dengan menenangkan, stabilisasi, dan menghubungkan mereka dengan dukungan sosial. -
Action
Memfasilitasi korban yang memerlukan dukungan untuk bertindak dan berpartisipasi dalam proses pemulihan diri bersama penyintas lain. Ini dilakukan melalui edukasi dan dukungan emosional.
PFA dapat dilakukan oleh relawan yang hadir di tengah-tengah para korban. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi pendengar yang baik atau active listening. Meski terlihat mudah, proses ini membutuhkan usaha ekstra agar korban merasa nyaman untuk berbicara. Relawan dapat menemani korban tanpa memaksa mereka untuk langsung bercerita. Ketika korban sudah merasa siap, relawan dapat mendengarkan dengan bijak agar dapat memahami rasa khawatiran mereka.
Tujuan utama dari PFA adalah memberikan rasa aman dan mengurangi beban emosional yang mereka alami. Setiap sesi cerita harus dilakukan dengan tenang dan membuat korban merasa nyaman. Setelah mereka mampu mengungkapkan isi pikirannya, korban dapat dirujuk ke fasilitas medis atau bantuan psikologi profesional.
PFA hadir sebagai bentuk pemberdayaan diri, kemampuan adaptasi, serta kemampuan mengatasi (coping) jangka panjang yang dialami oleh korban. Oleh karena itu, kehadiran relawan dengan dukungan mental merupakan hal terpenting untuk menyelamatkan harapan hidup mereka.



