Beranda Berita Serangan Iran Rusak Citra AS di Mata Negara Muslim, Termasuk Indonesia

Serangan Iran Rusak Citra AS di Mata Negara Muslim, Termasuk Indonesia

0
3

Kebijakan Militer AS Terhadap Iran Mengganggu Reputasi Washington di Dunia Muslim

Serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran telah memengaruhi reputasi internasional negara tersebut, khususnya di tiga negara mayoritas Muslim yaitu Indonesia, Azerbaijan, dan Bahrain. Informasi ini didapatkan dari kawat diplomatik Departemen Luar Negeri AS yang diperoleh oleh Politico, sebuah media berita ternama. Kawat tersebut menyoroti penurunan citra Washington di wilayah-wilayah tersebut, yang disebabkan oleh kebijakan agresif AS dalam konflik dengan Iran.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam sentimen anti-AS di kalangan masyarakat setempat. Selain itu, kawat diplomatik juga mengungkapkan kekhawatiran tentang hubungan bilateral yang semakin tegang antara AS dan negara-negara Muslim. Ada risiko bahwa pemerintah dan masyarakat ketiga negara tersebut mulai kehilangan kepercayaan terhadap AS.

Menurut laporan Politico, perwakilan diplomatik AS di beberapa negara meminta agar Gedung Putih memberikan kebijakan yang lebih fleksibel agar dapat menghadapi narasi negatif yang muncul melalui media konvensional maupun digital. Dalam kawat diplomatik dari Kedutaan Besar AS di Jakarta, disebutkan bahwa kedubes perlu memiliki kebebasan untuk menggunakan media sosial secara proaktif dan gesit demi tetap berdampak di ruang digital yang sangat padat.

Namun, instruksi dari pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa perwakilan AS tidak boleh membuat konten sendiri terkait isu konflik dengan Iran. Mereka hanya diminta untuk menyebarkan informasi yang berasal dari akun resmi Gedung Putih atau Departemen Luar Negeri AS yang telah disetujui.

Serangan Gabungan AS-Israel terhadap Iran

Pada 28 Februari, AS dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan ini menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Sebulan kemudian, pada 11 April, AS dan Iran mengadakan negosiasi putaran pertama di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu.

Namun, keesokan harinya, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa negosiasi antara AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Pada Kamis (16/4/2026), Trump mengatakan bahwa negosiasi tahap selanjutnya antara Washington dan Teheran bisa berlangsung paling cepat pada akhir pekan ini.

Peran Pakistan dalam Mediasi Konflik

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan bahwa AS dan Iran tetap bersedia untuk terlibat dalam dialog berkelanjutan dan meminta agar tidak ada spekulasi terkait rencana pembicaraan kedua di Islamabad. Juru Bicara Kemlu Pakistan Tahir Andrabi menyatakan bahwa detail delegasi AS dan Iran akan menjadi urusan internal pihak-pihak yang terlibat.

Dalam konferensi pers di Islamabad, Andrabi menyampaikan bahwa program nuklir Iran termasuk di antara isu yang dibahas dalam negosiasi. Ia menggambarkan diskusi tersebut sebagai hal serius dan konstruktif. “Tidak ada terobosan maupun kebuntuan,” ujarnya, menambahkan bahwa isu nuklir tetap menjadi topik utama.

Upaya Mediasi Pakistan

Komunikasi antara AS dan Iran berakhir tanpa kesepakatan setelah pembicaraan selama 16 jam. Di tengah situasi ini, Pakistan meningkatkan upaya mediasi. Perdana Menteri Shehbaz Sharif sedang melakukan kunjungan ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki, sementara Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir melakukan perjalanan ke Iran untuk berdiskusi dengan pemimpin negara tersebut.

Pakistan menjadi tuan rumah negosiasi antara AS dan Iran setelah berhasil menengahi gencatan senjata selama 14 hari yang dimulai pada 8 April lalu. Andrabi juga mengutuk serangan Israel di Lebanon, menyatakan bahwa situasi di sana merupakan bagian dari proses perdamaian regional yang lebih luas.

“Tanda-tanda perbaikan” di wilayah konflik Israel-Lebanon dinilai sebagai hal yang menggembirakan. “Deeskalasi akan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk dialog,” kata Andrabi.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini