YOGYAKARTA, Reformasi.co.id
Saat matahari terbenam di ufuk barat, anak-anak dari kawasan Ledhok Tukangan mulai berkumpul di Jembatan Kewek. Jembatan yang kini berfungsi sebagai tempat bermain ini ditutup oleh Pemkot Yogyakarta pada 10 Desember 2025. Anak-anak tersebut memanfaatkan area tersebut untuk bermain bola dan bersepeda.
Suasana ceria terasa saat anak-anak bermain di sekitar jembatan. Suhu yang lebih sejuk dan angin yang sepoi-sepoi membuat mereka menjadikan Jembatan Kewek yang berusia 100 tahun itu sebagai taman bermain. Aldo, salah satu anak yang bermain di sana, mengungkapkan alasan bermain di jembatan tersebut. “Karena jembatannya ditutup,” katanya saat ditanya tentang aktivitasnya. Ia juga menambahkan, “Rumah di bawah, sepedaan sama bermain bola.” Ia mengelap keringat di wajahnya sambil berbicara.
Rina, ibu dari anak-anak yang bermain, menyampaikan kekhawatirannya. Ia selalu memperingatkan anak-anaknya untuk tidak bermain di pinggir jembatan demi keselamatan mereka. “Harus tetap jagain anak-anak, jangan sampai jatuh,” ujarnya. Rina merasa senang melihat anak-anak memanfaatkan ruang bermain yang ada, karena tempat tinggal mereka tidak memiliki lahan luas untuk bermain. “Mainnya sore, kalau siang nggak main karena panas,” kata Rina. Ia menambahkan bahwa beberapa anak bahkan bermain hingga malam hari.
Jembatan Kewek akan dibangun ulang. Jembatan yang sudah berusia satu abad ini direncanakan untuk dibongkar dan dibangun ulang pada April 2026. Proyek pembangunan ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 19 miliar dan akan berlangsung selama sembilan bulan. Umi Akhsanti, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan baru akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. “Dibongkar, terus nanti kita bangun yang baru di tahun 2026, tapi nanti yang membangun dari Kementerian PU,” ujar Umi pada Selasa (10/12/2025).
Jembatan Kewek Masuk Kawasan Cagar Budaya
Meskipun Jembatan Kewek mendesak untuk diperbaiki karena usianya yang sudah mencapai 100 tahun, jembatan ini bukan merupakan cagar budaya. Namun, jembatan ini termasuk dalam kawasan cagar budaya (KCB) Keraton Yogyakarta dan KCB Kotabaru. Susilo Munandar, Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, menegaskan bahwa Jembatan Kewek belum terdaftar sebagai cagar budaya. “Mboten (tidak) kami sudah mencari di data kami. Di kota kan ada SK menteri, SK gubernur, dan SK walikota. Kami cari dari 43 cagar budaya Jogja, itu belum ada,” jelas Susilo saat dihubungi pada Rabu (26/11/2025). Ia menambahkan bahwa sejak dirinya bertugas di Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta pada 2018 lalu, belum pernah dilakukan kajian cagar budaya pada Jembatan Kewek karena obyek tersebut belum didaftarkan.
Dengan demikian, rencana pembangunan ulang Jembatan Kewek akan melalui proses kajian yang ketat, mengingat posisinya yang strategis sebagai penghubung Kotabaru dengan Malioboro. Berikut adalah beberapa poin penting terkait rencana pembangunan:
- Jembatan Kewek akan dibongkar dan dibangun ulang pada April 2026.
- Proyek ini diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 19 miliar.
- Pembangunan akan berlangsung selama sembilan bulan.
- Jembatan ini tidak termasuk cagar budaya, tetapi termasuk dalam kawasan cagar budaya Keraton Yogyakarta dan KCB Kotabaru.
- Proses kajian akan dilakukan secara ketat mengingat posisi strategis jembatan tersebut.
