Monday, April 15, 2024
HiburanSinopsis Beirut, Cerita Konflik Timur Tengah di Tahun 1982

Sinopsis Beirut, Cerita Konflik Timur Tengah di Tahun 1982

Reformasi.co.id – Sebagai seorang penggemar film yang selalu mencari tontonan berkualitas, film berjudul “Beirut” berhasil menarik perhatian saya dengan janji suasana thriller politik yang mendalam.

Dengan didukung oleh pemeran-pemeran berbakat dan sutradara yang berpengalaman, film ini tampaknya memiliki potensi untuk memberikan pengalaman sinematik yang tak terlupakan.

Film ini kembali ditayangkan di Bioskop TransTV pada Rabu (28/2/2024) pukul 23.00 WIB. Sebelum itu, mari kita simak sinopsisnya terlebih dahulu.

Sinopsis

“Beirut” mengambil latar belakang kota Beirut pada tahun 1982, saat suasana politik Timur Tengah tengah memanas. Mason Skiles (diperankan oleh Jon Hamm), seorang diplomat Amerika, terlibat dalam peristiwa tragis yang mengubah hidupnya selamanya.

Sepuluh tahun kemudian, Mason dipanggil kembali ke Beirut untuk menjalankan misi berbahaya yang melibatkan penyelamatan seorang teman lama.

Alur Cerita

Alur cerita “Beirut” dibangun dengan penuh kejutan dan ketegangan. Mulai dari momen dramatis di awal film yang meruntuhkan kehidupan Mason Skiles, hingga kepulangannya ke Beirut yang membawa kisah masa lalu yang rumit.

Setiap keputusan dan pertemuan diwarnai oleh politik, konspirasi, dan intrik yang mengejutkan. Pemirsanya diajak untuk merasakan tekanan dan bahaya yang mengintai setiap sudut kota.

Ketegangan semakin terasa dengan performa apik Jon Hamm, yang berhasil menampilkan karakter Mason Skiles dengan nuansa yang kompleks. Rosamund Pike juga brilian dalam perannya sebagai agen CIA yang bekerja sama dengan Mason, menambah dinamika emosional yang mendalam.

Data Film

JudulBeirut
Tahun Rilis2018
SutradaraBrad Anderson
Penulis NaskahTony Gilroy
GenreThriller, Drama, Politik
Durasi109 menit
Pemain UtamaJon Hamm, Rosamund Pike, Dean Norris
Rating IMDb6.4/10
Box Office$10.9 juta (seluruh dunia)

“Beirut” tidak hanya menyajikan kisah politik yang kompleks, tetapi juga menggambarkan keindahan dan kehancuran kota Beirut dengan visual yang memukau.

Sutradara Brad Anderson berhasil menggabungkan elemen thriller dengan latar belakang sejarah yang kuat, memberikan hasil yang memikat dan memuaskan.

Secara keseluruhan, “Beirut” adalah sebuah film yang menggoda imajinasi penonton dengan plot yang cerdas, akting yang memukau, dan atmosfer yang memikat. Bagi pecinta film yang menyukai thriller politik dengan kejutan yang tajam, “Beirut” patut menjadi pilihan terdepan dalam daftar tontonan.

Ikuti berita dan informasi terbaru Reformasi.co.id di Google News.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terkini