Penyebaran Hoaks tentang Siswa SD yang Tewas Ditelan Ular Piton
Pada November 2025, beredar sebuah kabar di media sosial mengenai seorang siswi kelas 2 SD di Jawa Timur yang dikabarkan tewas ditelan oleh seekor ular piton raksasa. Kabar ini menyebar melalui akun Facebook tertentu dan memicu kehebohan di kalangan masyarakat. Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata informasi tersebut adalah hoaks.
Narasi yang Beredar
Narasi yang dibagikan menyebutkan bahwa seorang siswi kelas 2 SD di Jatim sedang bermain dengan ular piton raksasa hingga akhirnya tertelan oleh hewan tersebut. Isi pesan tersebut disampaikan dalam bahasa yang sangat emosional, seperti “INNALILLAHI!!! Bikin Merinding…” yang membuat banyak orang merasa terkejut dan khawatir.
Kabar ini tidak hanya menyebar di satu akun saja, tetapi juga di beberapa akun Facebook lainnya pada bulan yang sama. Dengan menggunakan narasi yang menyeramkan, informasi palsu ini berhasil menarik perhatian publik dan menyebar secara cepat.
Penelusuran oleh Tim Cek Fakta
Tim Cek Fakta Reformasi.co.id melakukan penelusuran untuk memverifikasi kebenaran kabar tersebut. Hasilnya, kabar tentang siswi SD yang tewas ditelan ular piton raksasa adalah hoaks yang telah berulang kali muncul sebelumnya.
Sebelumnya, pada Juli, Agustus, dan Oktober 2025, terdapat laporan serupa yang juga dinyatakan sebagai hoaks. Hal ini menunjukkan bahwa informasi palsu ini sering kali digunakan untuk menarik perhatian pengguna media sosial.
Foto yang Digunakan dalam Hoaks
Salah satu aspek yang menarik dari hoaks ini adalah penggunaan foto yang berasal dari artikel lama. Foto tersebut merupakan bagian dari artikel yang diterbitkan oleh Reformasi.co.id pada 3 Mei 2019 dengan judul “Seorang Anak Nyaris Tewas Digigit dan Dililit Ular Piton Sepanjang 7 Meter”.
Artikel tersebut menceritakan kisah seorang anak berusia 7 tahun di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, yang nyaris tewas setelah digigit dan dililit oleh ular piton sepanjang 7 meter. Anak tersebut kemudian diselamatkan oleh ayahnya, Halimi, yang langsung memotong ular tersebut dengan parang agar bisa melepaskan lilitannya.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Reformasi.co.id, kabar tentang siswi SD yang tewas ditelan ular piton raksasa adalah hoaks yang berulang. Informasi ini menggunakan foto dari artikel lama yang berkaitan dengan kejadian nyata di Sulawesi Tenggara pada Mei 2019.
Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial. Memverifikasi sumber dan mencari informasi yang lebih lengkap sebelum menyebarkan berita dapat membantu mengurangi penyebaran hoaks.
Tips Menghadapi Hoaks
- Selalu cek sumber informasi sebelum membagikannya.
- Gunakan situs-situs yang memiliki reputasi baik untuk memverifikasi berita.
- Jangan terburu-buru percaya pada narasi yang terkesan dramatis atau menakutkan.
- Laporkan hoaks ke pihak berwenang jika ditemukan.
Dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama, kita dapat menjaga lingkungan media sosial yang lebih sehat dan informatif.



