Peningkatan Produksi Padi Sidrap Mencapai Rekor Tertinggi Sejak 2018
Produksi padi di Kabupaten Sidrap mencatatkan rekor tertinggi sejak tahun 2018, dengan angka yang mencapai 556.362 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 319.261 ton beras. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan produksi pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 447.856 ton GKG (256.996 ton beras). Kenaikan sebesar 108.506 ton GKG menjadikan Sidrap sebagai salah satu daerah dengan peningkatan terbesar dalam produksi padi di Sulawesi Selatan.
Peningkatan ini tidak lepas dari kebijakan dan program pertanian yang diterapkan oleh pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif. Belum setahun memimpin, ia telah berhasil membawa Sidrap menjadi lumbung padi utama di provinsi tersebut. Keberhasilan ini juga didukung oleh sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh, serta lembaga perbankan yang bekerja sama untuk memberikan akses permodalan dan inovasi pertanian.
“Kami berkomitmen menjadikan Sidrap sebagai daerah pertanian yang mandiri dan modern. Setiap kebijakan kami arahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan petani,” ujar Syahar kepada wartawan.
Perkembangan Produksi Padi di Sidrap
Berdasarkan data tren produksi padi, Sidrap sempat mengalami fluktuasi cukup tajam antara tahun 2019 hingga 2024. Tahun 2020 menjadi periode yang sangat sulit, di mana produksi turun drastis hingga 443.800 ton akibat dampak cuaca ekstrem dan pandemi. Namun, mulai tahun 2022, angka produksi kembali stabil dan meningkat secara signifikan hingga mencapai titik tertingginya pada tahun 2025.
Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan pemulihan sektor pertanian, tetapi juga efektivitas kebijakan daerah dalam mengoptimalkan lahan, memperluas irigasi, dan memperkenalkan varietas unggul. Dengan upaya-upaya ini, Sidrap semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu penopang utama stok pangan Sulawesi Selatan sekaligus kontributor signifikan bagi ketahanan pangan nasional.
Kebijakan yang Mendukung Pertanian Modern
Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan produksi padi adalah adopsi teknologi dan metode pertanian modern. Pemerintah daerah bersama dengan para penyuluh dan petani melakukan pelatihan serta penggunaan varietas padi yang lebih unggul dan tahan terhadap cuaca ekstrem. Selain itu, peningkatan infrastruktur seperti irigasi dan jalan tani juga berkontribusi besar dalam meningkatkan hasil panen.
Selain itu, akses permodalan bagi petani juga diperluas melalui kerja sama dengan lembaga perbankan. Hal ini memungkinkan petani untuk memperoleh modal usaha yang cukup untuk membeli benih berkualitas, alat pertanian, dan bahan kimia pertanian yang diperlukan.
Sinergi Antara Berbagai Pihak
Sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh, dan lembaga perbankan menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan produksi padi. Dengan komunikasi yang baik dan kolaborasi yang erat, semua pihak dapat saling mendukung dan memastikan bahwa kebijakan pertanian dapat diimplementasikan secara efektif.
Bupati Syaharuddin Alrif menekankan bahwa visi pemerintahannya adalah menciptakan sistem pertanian yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing. Dengan capaian ini, Sidrap tidak hanya menjadi lumbung padi utama di Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam membangun ketahanan pangan yang kuat.



