Area taman di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, diketahui sering menjadi tempat kegiatan yang tidak sesuai aturan. Dari pengamatan warga setempat, terdapat bekas alat kontrasepsi dan botol minuman keras yang ditemukan di sekitar area tersebut. Kejadian ini membuat masyarakat khawatir akan kondisi taman yang semakin memprihatinkan.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Jakarta, Fajar Sauri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai hal ini. Ia juga memerintahkan jajarannya untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi taman tersebut. Saat ini, pihak Distamhut sedang melakukan pembersihan di area taman.
“Kami sudah meminta Kasudin Pertamanan Jakarta Barat untuk mengecek lokasi tersebut dan sedang dilakukan pembersihan,” ujar Fajar Sauri. Selain itu, ia juga berencana menambah fasilitas penerangan jalan di area taman. Tujuannya adalah agar taman tidak lagi digunakan untuk aktivitas yang tidak pantas.
“Rencananya akan difasilitasi penerangan lampu,” tambahnya. Dengan adanya penerangan yang cukup, diharapkan dapat mengurangi risiko taman digunakan untuk kegiatan yang tidak sesuai norma masyarakat.
Selain itu, Fajar menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Petugas dari Satpol PP akan melakukan pengawasan rutin di lokasi tersebut. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa taman tetap dalam kondisi yang baik dan aman bagi pengunjung.
Sebelumnya, warga setempat mengeluhkan kondisi taman yang semakin memprihatinkan. Di lokasi tersebut, terlihat kotak bekas alat kontrasepsi serta botol-botol minuman keras yang berserakan. Rumput liar juga tumbuh tidak terkendali, meskipun pohon-pohon di lahan Pemprov DKI Jakarta tampak rindang. Kondisi ini membuat area taman terasa gelap pada malam hari karena minimnya penerangan.
Pada Kamis (13/11/2025), beberapa petugas tampak mulai merapikan rumput liar dan memangkas pohon-pohon rindang di area taman. Hal ini menunjukkan upaya pihak terkait untuk memperbaiki kondisi taman.
Seorang pedagang kaki lima di lokasi tersebut, Acong, mengungkapkan bahwa aktivitas prostitusi sesama jenis sering terjadi menjelang tengah malam. Menurutnya, orang-orang yang melakukan aktivitas tersebut biasanya berhenti di area taman dan kemudian masuk ke bagian yang gelap.
“Iya (prostitusi sesama jenis pria), orang-orang pada berhenti aja. Pada berhenti di situ motornya. (Aktivitas prostitusi dilakukan) di area yang gelap di sana. Itu benar (ada prostitusi sesama jenis pria),” kata Acong. Ia juga menyebutkan bahwa aktivitas tersebut biasanya dimulai pukul 22.00 WIB.
“Berdasarkan pengamatan saya, para pelaku prostitusi itu mulai berdatangan pukul 22.00 WIB. Jam 10, jam 11, jam 12 (malam), udah pada mulai. Tiap malam. Lihat aja nanti malam, kalau mau kontrol,” ujar Acong sembari membuat pesanan kopi pelanggannya.
Menurut dia, aktivitas prostitusi sesama pria di ruang publik itu sudah berlangsung lama. Namun sampai saat ini, belum ada penertiban dari pihak berwajib. “Udah lama, udah lama. Belum (belum ada penertiban),” ujar Acong.
Dari wajah para pelaku, Acong meyakini mereka bukan merupakan warga setempat. “Bukan, bukan warga sini. Jadi dia datang, orangnya yang pakai motor. Berhenti di situ motornya. Nunggu di dalam semua (masuk ke area gelap). Gue (saya) mah lihat aja,” cerita Acong.



