TikTok Mengambil Langkah Kompromi untuk Bertahan di Amerika Serikat
TikTok, platform video pendek yang sangat populer di seluruh dunia, mengambil langkah penting untuk tetap bertahan di pasar Amerika Serikat. Dalam upaya menghindari ancaman pemblokiran dari pemerintah AS, perusahaan ini memutuskan untuk melepas separuh kepemilikan operasionalnya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kompromi agar TikTok dapat terus beroperasi di negara dengan sekitar 170 juta pengguna aktif.
Kesepakatan ini membuka jalan bagi pembentukan sebuah perusahaan patungan antara ByteDance, pemilik TikTok, dan konsorsium investor internasional. Hal ini menjadi syarat utama agar TikTok bisa terus berada di pasar Amerika yang sangat strategis. Dengan adanya perusahaan patungan ini, TikTok berharap bisa mengurangi kekhawatiran pemerintah AS terkait masalah keamanan nasional.
Investor Baru Mengambil Kendali Setengah Saham
Dalam skema joint venture ini, separuh kepemilikan saham akan dikuasai oleh kelompok investor yang terdiri dari Oracle, Silver Lake, serta MGX, sebuah perusahaan investasi asal Abu Dhabi. Informasi ini pertama kali terungkap melalui memo internal CEO TikTok, Shou Zi Chew. Sementara itu, ByteDance tetap mempertahankan porsi saham minoritas. Perusahaan asal Tiongkok ini masih memiliki 19,9% saham, diikuti oleh Oracle, Silver Lake, dan MGX masing-masing dengan 15%. Sisa kepemilikan saham berada di tangan afiliasi investor lama ByteDance.
Menurut laporan BBC, struktur kepemilikan saham ini dirancang untuk menjawab kekhawatiran keamanan nasional yang selama ini disuarakan oleh Washington. Proses finalisasi kesepakatan ditargetkan rampung pada 22 Januari 2026. Tanggal ini juga menjadi penanda akhir dari tekanan panjang pemerintah AS yang menuntut penjualan operasional TikTok di dalam negeri.
Ancaman Blokir dan Penangguhan Larangan
Ancaman blokir sempat menggantung selama berbulan-bulan sebelum akhirnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penangguhan larangan pada September 2025. Keputusan ini disebut sebagai ruang waktu untuk menyelesaikan negosiasi bisnis. Dalam pernyataannya, TikTok menyatakan bahwa kesepakatan ini akan membuat 170 juta orang Amerika tetap bisa menemukan dunia dengan kemungkinan tak terbatas sebagai bagian dari komunitas global.
Peran Oracle dalam Pengelolaan Teknologi
Gedung Putih sebelumnya menyebut bahwa Oracle akan berperan penting dalam pengelolaan teknologi TikTok di AS, termasuk lisensi sistem rekomendasi algoritma. Keterlibatan Oracle dinilai strategis karena perusahaan tersebut memiliki kedekatan historis dengan lingkaran elite bisnis dan politik Amerika. Dengan struktur baru ini, TikTok berharap bisa meredam kekhawatiran pemerintah sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu platform digital paling berpengaruh di AS.
Langkah penjualan separuh saham ini menjadi kompromi besar bagi ByteDance—sekaligus bukti bahwa tekanan geopolitik kini mampu mengubah peta kepemilikan perusahaan teknologi global.


