TNI dan Polri Siapkan 350 Personel Brimob untuk Misi Internasional, Termasuk Gaza

0
132

Persiapan Personel Polri untuk Misi Perdamaian PBB

Polri dilaporkan sedang mempersiapkan personel khusus yang akan terlibat dalam misi perdamaian PBB, termasuk di wilayah Jalur Gaza, Palestina. Personel yang dipersiapkan berasal dari satuan elite Brimob. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung upaya menjaga perdamaian global.

Komandan Korps Brimob, Komjen Pol. Ramdani Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya telah melatih sebanyak 350 personel untuk menghadapi tugas tersebut. Pelatihan mencakup berbagai aspek seperti perlindungan warga sipil, respons kemanusiaan, kedisiplinan dalam aturan penggunaan kekuatan (rules of engagement), serta kemampuan beradaptasi dalam dinamika internasional.

“Pasukan yang disiapkan dapat bertambah atau berkurang sesuai kebutuhan negara, sehingga Polri selalu fleksibel dan responsif terhadap perkembangan situasi global,” ujar Komjen Ramdani dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11/2025).

Kesiapan Polri Sesuai Amanat UUD 1945

Kepala Divhubinter Polri, Irjen Pol. Amur Chandra, menegaskan bahwa institusi kepolisian siap melaksanakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 tentang menjaga ketertiban dunia. Ia juga menyebut kesiapan Polri sesuai dengan semangat Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB pada 23 September lalu. Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan komitmen Indonesia untuk mengirim pasukan dalam misi menjaga perdamaian dunia.

“Polri memastikan bahwa seluruh personel yang dipersiapkan harus memenuhi kualifikasi misi PBB, bukan hanya standar negara kontributor,” kata Amur.

Penghargaan dari PBB atas Kualitas Personel

Polri diketahui telah beberapa kali dilibatkan dalam misi perdamaian internasional. Salah satu contohnya adalah misi di MUNISCA yang mencakup patroli malam dan stabilisasi keamanan di Republik Afrika Tengah. Amur menyebut bahwa Polri telah diberi penghargaan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB atas kualitas dan dedikasi personel dalam misi menjaga perdamaian.

Selain itu, Amur menyatakan bahwa Polri terus bersinergi untuk meningkatkan kapasitas di tingkat internasional melalui Police Peacekeeping Training Center. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemampuan personel Polri dalam tugas-tugas perdamaian global.

TNI Juga Siap Mengirim Pasukan

Sebelumnya, TNI telah menyatakan kesiapan untuk mengirimkan pasukan dalam misi kemanusiaan internasional. Hal ini disampaikan oleh Kapuspen Mabes TNI, Mayjen Freddy Ardianzah, sehubungan dengan wacana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza. Mayjen Freddy menyebut bahwa TNI telah menyiapkan 20.000 personel yang terbiasa menjalankan operasi militer selain perang (OMSP) di dalam atau di luar negeri.

Dasar Hukum untuk Pasukan Stabilisasi Internasional

Pembentukan pasukan perdamaian di Gaza sendiri telah memiliki dasar hukum dengan disahkannya resolusi Dewan Keamanan PBB pada Selasa (18/11). Namun, resolusi ini belum secara spesifik menentukan negara-negara mana saja yang akan dilibatkan dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).

Dengan persiapan yang matang dari berbagai institusi, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam membantu menjaga perdamaian di berbagai wilayah dunia. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang peduli terhadap isu-isu global.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini