10 Nama Pahlawan Nasional Diungkap Prabowo Hari Ini

0
127

Pengumuman Pahlawan Nasional

Presiden ke-2 Republik Indonesia (RI), Soeharto, akan menjadi salah satu tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional. Pengumuman ini akan dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam perayaan Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini, Senin (10/11/2025). Dalam pengumuman tersebut, Soeharto akan diumumkan bersama dengan sembilan tokoh lainnya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh orang ini merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa mereka terhadap bangsa dan negara. Ia menjelaskan bahwa proses pengusulan nama-nama tersebut melalui berbagai tahapan, mulai dari usulan tingkat daerah hingga penilaian di tingkat pusat.

Awalnya, sebanyak 49 nama tokoh diusulkan sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional. Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa dari 49 nama tersebut, ada 24 nama yang masuk kategori prioritas. Nama-nama ini akan diseleksi lebih lanjut oleh Dewan GTK sebelum akhirnya diajukan kepada Presiden.

Fadli Zon juga menjelaskan bahwa proses pengusulan ini dimulai dari masyarakat dan daerah, kemudian diteruskan ke tingkat provinsi dan pusat. Setiap usulan harus melewati evaluasi oleh tim peneliti dan akademisi untuk memastikan bahwa calon-calon tersebut memenuhi syarat dan memiliki perjuangan yang jelas.

Soeharto sendiri sudah tiga kali diusulkan sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional. Ia juga termasuk dalam kategori tokoh yang telah memenuhi syarat dan memiliki latar belakang serta riwayat perjuangan yang telah diuji secara ilmiah.

Biografi Soeharto

Soeharto adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Lahir pada 8 Juni 1921 di desa Kemusuk, Yogyakarta, ia berasal dari keluarga petani sederhana. Ayahnya bernama Kertosudiro dan ibunya bernama Sukirah. Saat bayi, Soeharto dititipkan kepada Mbah Kromo, seorang dukun bayi, selama sekitar empat tahun. Setelah itu, ia tinggal bersama ayah tirinya.

Soeharto memperoleh pendidikan dasar di beberapa sekolah sebelum akhirnya masuk ke militer. Ia bergabung dengan Akademi Militer Magelang pada 1940 dan menunjukkan bakat kepemimpinan serta militernya. Setelah lulus, ia melanjutkan karier di TNI dan terlibat dalam berbagai peristiwa penting, termasuk perang kemerdekaan dan operasi militer di Irian Barat.

Soeharto menikah dengan Siti Hartinah pada 1947 dan memiliki enam anak. Karier politiknya dimulai setelah peristiwa Gerakan 30 September (G30S) pada 1965. Dengan bantuan Surat Perintah 11 Maret (Supersemar), ia memegang kendali pemerintahan dan akhirnya menjadi presiden pada 1968.

Selama masa kepemimpinannya, Indonesia mengalami transformasi ekonomi dan politik. Namun, pemerintahan Orde Baru juga diwarnai kontroversi, termasuk pembatasan kebebasan berpendapat dan pers, serta korupsi yang marak.

Kekuasaan Soeharto berakhir pada 1998 ketika krisis ekonomi memicu protes massal. Ia akhirnya mengundurkan diri, dan era Reformasi dimulai. Soeharto meninggal pada 2006 di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, pada usia 87 tahun.

Referensi:
Mangunwijaya, Y. B. (2016). Soeharto: Biografi Politik. Kepustakaan Populer Gramedia.
McGregor, K. (2012). Soeharto and China: Indonesian Experiences of Anti-Chinese Racism and Violence During the Soeharto Era, 1965–1998. Asian Ethnicity, 13(3),

Artikel ini tayang di Kompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini