Indramayu, Reformasi.co.id – Kabupaten Indramayu menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan. Namun alih-alih terbang sebagai kabupaten makmur, kabupaten di Provinsi Jawa Barat ini masih memiliki banyak warga miskin. Bahkan ketika bupatinya menjadi pimpinan daerah paling kaya kedua di Jawa Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Kabupaten Indramayu tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Barat. Sebanyak 12,13 persen penduduknya, atau sekitar 232.000 jiwa, masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Meski angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, posisi Indramayu tetap berada di peringkat teratas dalam hal kemiskinan di provinsi tersebut.
Ironisnya, kondisi ini berbanding terbalik dengan kekayaan pribadi Bupati Indramayu, Nina Agustina. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2023, Nina tercatat sebagai bupati terkaya kedua di Jawa Barat, dengan total kekayaan mencapai Rp34,69 miliar.
Sebagian besar kekayaannya berupa aset tanah dan bangunan senilai Rp31,87 miliar yang tersebar di berbagai kota seperti Bogor, Depok, dan Surabaya.
Selain itu, Nina memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp4,59 miliar, surat berharga sebesar Rp1,2 miliar, serta kas dan setara kas senilai Rp274,66 juta. Namun, ia tidak tercatat memiliki kendaraan bermotor. Di sisi lain, Nina memiliki utang sebesar Rp3,24 miliar.
Nina Agustina menjabat sebagai Bupati Indramayu sejak periode 2021-2024. Meski kembali mencalonkan diri untuk periode 2024-2029, ia gagal memenangkan pemilihan.
Nina merupakan putri sulung Mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Da’i Bachtiar. Ia lahir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 1973.
Dari sisi pendidikan, Nina menyelesaikan studi di SMA Negeri 1 Klaten pada 1992, kemudian melanjutkan ke Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta untuk jenjang sarjana.
Ia juga menyelesaikan program magister di universitas yang sama pada 2014.
Tingginya tingkat kemiskinan di Indramayu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Bupati dan Wakil Bupati selanjutnya, yakni Lucky Hakim dan Syaefudin.