5 Fakta Mengerikan Nadya Almira dan Kecelakaan Tabrak Lari 13 Tahun Lalu yang Menewaskan Korban

0
229

Nadya Almira Terlibat dalam Kasus Tabrak Lari, Ini Fakta yang Diungkap

Kabar mengenai Nadya Almira kembali mencuri perhatian publik setelah muncul dugaan terlibat dalam kecelakaan tabrak lari. Kejadian ini terjadi sekitar 12 hingga 13 tahun lalu dan kini kembali menjadi sorotan setelah akun media sosial milik Hanny, adik korban, mengungkapkan pengalamannya kepada publik.

Hanny menjelaskan bahwa kakaknya, Adnan, mengalami kecelakaan parah pada masa lalu. Ia menuduh bahwa pelaku kecelakaan tersebut adalah Nadya Almira yang saat itu sedang berkendara dengan kecepatan tinggi. Menurut Hanny, Adnan ditabrak hingga terseret ke bawah mobil. Akibat kecelakaan ini, Adnan mengalami berbagai cedera serius seperti patah tulang kaki, trauma wajah, dan pecahnya pembuluh darah di kepala. Ia harus menjalani perawatan intensif selama beberapa waktu.

Hanny juga menyebut bahwa Nadya sempat memberikan uang sebagai bentuk ganti rugi sebesar Rp185 juta. Namun, jumlah ini dinilai masih jauh dari total biaya pengobatan yang mencapai lebih dari Rp385 juta. Keluarga korban merasa belum mendapatkan keadilan yang sepadan.

Seiring dengan beredarnya kabar ini, Nadya Almira akhirnya memberikan pernyataan resmi. Dalam wawancara dengan Denny Sumargo, ia menjelaskan kondisi asli dari kejadian tersebut.

Awal Mula Kecelakaan

Nadya mengungkapkan bahwa ia pertama kali bertemu dengan Hanny melalui konten YouTube Denny Sumargo. Saat itu, suasana haru langsung terasa ketika Nadya mulai bercerita tentang kejadian yang terjadi pada 13 Oktober 2013 lalu.

Menurut Nadya, ia pulang dari lokasi syuting sekitar pukul 11 malam. Ia tidak sempat mengganti baju karena lelah setelah bekerja. Jalur yang ia tempuh pada hari itu tidak biasa, dan di tengah perjalanan, insiden terjadi.

“Pas mau jalan pulang, karena kondisi udah capek banget, kaget, di depan mobil ada motor yang memang kondisi jalannya pelan banget,” kata Nadya.

Korban Memotong Jalan

Dengan suara bergetar, Nadya menjelaskan bahwa kondisi tubuhnya sangat lelah dan pikirannya tidak sepenuhnya fokus. Motor yang dikendarai oleh Adnan tiba-tiba muncul dari arah tak terduga dan memotong laju mobil Nadya. Dalam keadaan refleks dan panik, Nadya membanting setir dan menabrak beton.

“Nad kaget banget. Karena memang kondisi pulang syuting, enggak fokus. Nad banting setir, nabrak beton,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kecepatan mobilnya normal. “Kamu ngebut?” tanya Denny Sumargo. “Standar kali ya, enggak sampai 70-80 (km/jam), mungkin 40-an (km/jam).” jawab Nadya.

Tak Sadarkan Diri

Setelah kecelakaan, Nadya mengalami kehilangan kesadaran. “Abis itu gelap. Nadya enggak inget apa-apa lagi.” Ujarnya mengenang momen kelam tersebut.

Di bawah kondisi seperti itu, Nadya tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga trauma mental yang mendalam. Ia bahkan tidak tahu bagaimana dirinya bisa sampai di rumah sakit.

Keterbatasan Biaya

Setelah mengalami kecelakaan, Nadya mengaku bahwa ia langsung berinisiatif untuk menanggung biaya pengobatan Adnan. Namun, satu bulan berlalu dan kondisi finansial Nadya tidak memungkinkan untuk terus menanggung seluruh biaya. Ia mengaku kebingungan dan tidak tahu bagaimana harus menangani situasi ini.

Ada Perjanjian

Akhirnya, Nadya memilih untuk mencari solusi secara legal. Proses mediasi pun dilakukan. Di hadapan polisi, dibuatlah surat kesepakatan antara kedua belah pihak. Dari surat tersebut, pihak Nadya menyerahkan uang sebesar Rp40 juta, sehingga jumlah uang yang diberikan sampai saat itu sekitar Rp185 juta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini