Kebakaran Gedung Terra Drone: Pelajaran Penting untuk Standar Bangunan dan Keamanan
Kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi peringatan penting bagi seluruh pengelola bangunan. Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya mematuhi standar nasional dan keamanan dalam pembangunan gedung.
Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Layak Fungsi (SLF)
Seluruh bangunan harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Layak Fungsi (SLF). Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran serta memastikan keselamatan penghuni. Salah satu standar yang relevan adalah SNI 03-1735-2000, yang mengatur akses bangunan dan lingkungan untuk mencegah bahaya kebakaran.
Ahli Konstruksi Davy Sukamta menjelaskan bahwa bangunan dengan lantai di atas 20 meter dari permukaan tanah atau di bawah permukaan jalur akses harus memiliki sistem pemadam kebakaran yang memadai. Selain tangga darurat, fire lift juga diperlukan untuk evakuasi yang efisien.
Jika ada perubahan pada gedung, seperti penambahan lantai, maka pemilik wajib mengajukan Peraturan Bangunan Gedung (PBG) baru. Hal ini karena kategori gedung berubah, sehingga standar yang diterapkan juga harus disesuaikan.
Selain itu, SLF bangunan harus diperbarui setiap 5 tahun. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa bangunan tetap layak fungsi dan aman.
Kebakaran Gedung Terra Drone
Kebakaran Gedung Terra Drone terjadi pada hari Selasa (9/12/2025), dengan sebanyak 101 personel dan 28 unit mobil pemadam dikerahkan. Api pertama kali terdeteksi pada pukul 12.43 WIB, ketika sebagian karyawan masih berada di dalam gedung.
Diduga kebakaran bermula dari lantai satu, akibat baterai yang terbakar. Material mudah terbakar di area tersebut memperparah kobaran api. Saat kejadian, beberapa pegawai sedang beristirahat di lantai dua dan tiga. Asap pekat cepat merambat hingga ke lantai enam, menyulitkan proses evakuasi.
Bahaya Baterai Lithium dan Thermal Runaway
Ahli kelistrikan Helvin Herman Tirtadjaja menjelaskan bahwa baterai lithium sangat rentan terhadap kebakaran. Jika terbakar, baterai dapat mengalami thermal runaway, yaitu reaksi berantai tak terkendali yang meningkatkan suhu secara eksponensial. Efek ini bisa menyebabkan kerusakan parah seperti kebakaran, ledakan, dan pelepasan gas beracun.
Menurut Helvin, korban yang meninggal bukan karena terbakar, melainkan karena asap. Banyak korban yang selamat berhasil naik ke lantai atas dan dievakuasi melalui jendela.
Kesiapan Evakuasi dan Desain Bangunan
Helvin menyoroti ketiadaan jalur evakuasi yang memadai di gedung-gedung besar, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Ia berharap pengelola gedung dan pemerintah melakukan perbaikan desain bangunan agar lebih aman saat terjadi kebakaran.
Ia menyebut bahwa beberapa bangunan didesain rapat dan tertutup, seperti menggunakan teralis, yang justru menghambat proses evakuasi. Tujuannya mungkin untuk mencegah pencurian, namun hal ini bisa membahayakan keselamatan penghuni.
Instalasi Kelistrikan yang Aman
Selain desain bangunan, instalasi kelistrikan juga sangat penting. Semua peralatan listrik harus sesuai dengan SNI dan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko kebakaran akibat kesalahan instalasi.
Dengan memperhatikan standar dan keamanan, diharapkan kejadian kebakaran seperti di Gedung Terra Drone tidak terulang lagi. Masyarakat dan pengelola gedung harus lebih waspada serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan.



