BEIJING – AiMOGA Robotics, perusahaan robotik yang berafiliasi dengan Chery Automobile, sedang dalam tahap penjajakan untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar internasional di tengah persaingan industri robot humanoid yang kian ketat di China.
Presiden Chery International sekaligus Kepala AiMOGA, Zhang Guibing, menyatakan bahwa perusahaan sedang dalam proses persiapan awal dan berdiskusi mengenai berbagai opsi lokasi pencatatan saham. “Kami sedang melakukan persiapan yang relevan saat ini dan sedang berdiskusi dengan beberapa lokasi IPO,” ungkap Zhang.
Menurut Zhang, rencana IPO ini diharapkan dapat membuka akses pendanaan yang lebih luas untuk investasi teknologi di masa depan. Selain itu, pencatatan saham publik juga diharapkan dapat meningkatkan tata kelola perusahaan, transparansi, dan standar operasional. Meskipun demikian, AiMOGA dalam pernyataannya pada Jumat lalu menegaskan bahwa belum ada langkah substantif yang diambil menuju pelaksanaan IPO. Data dari platform korporasi China, Tianyancha, menunjukkan bahwa Chery saat ini memegang hampir 77% saham AiMOGA.
Rencana IPO ini hadir di saat minat investor terhadap industri robotik China terus menunjukkan peningkatan. Sektor robot humanoid secara khusus mengalami peningkatan persaingan dengan masuknya investasi dari produsen otomotif dan perusahaan teknologi terkemuka.
AiMOGA sendiri menargetkan pengiriman sekitar 10.000 unit robot secara global pada tahun depan. Sejak dikembangkan oleh Chery pada Januari 2025, perusahaan telah berhasil mengirimkan lebih dari 3.000 robot, dengan sekitar 2.000 unit di antaranya telah dipasarkan ke luar negeri. Produk AiMOGA dilaporkan telah menjangkau lebih dari 60 negara dan wilayah.
Robot layanan dan robot pendamping menjadi fokus utama strategi awal ekspansi perusahaan di pasar internasional. Zhang menambahkan bahwa ambisi untuk melayani pasar global membutuhkan penyesuaian terhadap regulasi lokal serta pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen di masing-masing pasar.
Penggunaan Robot Humanoid Meluas
Awalnya, AiMOGA mengembangkan robot humanoid berkaki dua yang dirancang untuk digunakan di jaringan dealer Chery. Namun, penggunaannya kemudian diperluas ke sektor pelayanan publik.
Pada awal tahun ini, perusahaan memperkenalkan robot humanoid yang dirancang untuk membantu tugas kepolisian. Sebanyak 110 unit telah ditempatkan di sejumlah kota di China untuk mendukung pengaturan lalu lintas, pengarahan kerumunan, dan kampanye keselamatan publik.
Zhang menilai pengaturan lalu lintas sebagai salah satu aplikasi potensial yang signifikan. Hal ini mengingat petugas kepolisian seringkali bekerja dalam kondisi yang menantang, termasuk menghadapi cuaca ekstrem, polusi kendaraan, dan risiko kecelakaan. Penggunaan robot dinilai dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja pada pekerjaan-pekerjaan tertentu.
Kebutuhan serupa juga dinilai berpotensi lebih besar di kawasan seperti Timur Tengah dan Asia Tenggara, yang seringkali menghadapi suhu tinggi maupun curah hujan besar. Potensi ini menjadi salah satu pendorong ekspansi AiMOGA.
Persaingan Biaya dan Prospek Industri
Perkembangan industri robotik China saat ini dinilai memiliki kemiripan dengan sektor kendaraan listrik beberapa tahun lalu, di mana banyak pemain baru bermunculan dan persaingan meningkat dengan cepat. Zhang memperkirakan bahwa seiring waktu, akan terjadi konsolidasi industri yang pada akhirnya dapat memperkuat basis teknologi sektor robotik.
Namun, tantangan dari sisi biaya diperkirakan akan tetap menjadi isu krusial. “Persaingan, khususnya dalam hal biaya, kemungkinan akan berlangsung sengit,” ucapnya.
Produsen otomotif China dalam beberapa tahun terakhir semakin gencar berinvestasi pada robot humanoid. Mereka memanfaatkan perkembangan pesat dalam kecerdasan buatan, sistem otonom, dan kemampuan manufaktur yang dimiliki.
Chery menjadi salah satu perusahaan otomotif yang melakukan diversifikasi ke bidang ini, membuka peluang pemanfaatan teknologi AI dan otomasi di luar bisnis kendaraan inti mereka. Kendati prospek pasar robot humanoid dinilai besar, Zhang memperkirakan teknologi ini masih membutuhkan waktu sebelum dapat diadopsi secara luas oleh masyarakat.
“Robot humanoid mungkin membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk mencapai kematangan sebelum kemudian mengalami adopsi secara cepat,” tuturnya, memberikan pandangan mengenai lintasan perkembangan teknologi ini di masa depan.
