Perkembangan Aktivitas Gunung Merapi pada Hari Ini
Gunung Merapi, yang memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl), terpantau mengalami tiga kali guguran lava ke arah barat daya, yaitu Kali Bebeng dan Kali Krasak. Guguran tersebut mencapai jarak luncur maksimum sejauh 1.700 meter. Fenomena ini tercatat selama masa pengamatan pada Kamis (6/11/2025), mulai dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Selain itu, dalam periode pengamatan yang sama, terdapat 17 kali gempa guguran dengan amplitudo berkisar antara 2 hingga 22 mm dan durasi antara 57,66 hingga 181,95 detik.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan level III atau Siaga untuk Gunung Merapi. Gunung berapi aktif yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah ini tetap memerlukan pengawasan ketat.
Cuaca dan Data Meteorologi di Sekitar Gunung Merapi
Pada dini hari hingga pagi tadi, cuaca di sekitar Gunung Merapi cenderung berawan dan mendung. Angin bertiup tenang dengan arah menuju timur dan barat. Sementara itu, suhu udara berada di kisaran 17,9 hingga 20,4 derajat Celsius. Kelembaban udara mencapai 97,5 hingga 98,5 persen, sedangkan tekanan udara berkisar antara 872,1 hingga 915,5 mmHg.
Potensi Bahaya yang Teridentifikasi
BPPTKG Yogyakarta juga memberikan informasi mengenai potensi bahaya yang mungkin terjadi akibat aktivitas Gunung Merapi. Adapun potensi bahaya tersebut meliputi:
- Guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, termasuk Sungai Boyong hingga jarak maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga jarak maksimal 7 km.
- Di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro hingga jarak maksimal 3 km dan Sungai Gendol hingga jarak maksimal 5 km.
- Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak gunung.
Rekomendasi dan Peringatan bagi Masyarakat
Berdasarkan data dan analisis tersebut, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah yang berpotensi terkena dampak dari aktivitas Gunung Merapi. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik yang bisa terbawa angin.
Perlu juga diwaspadai adanya bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan. Masyarakat di sekitar area rawan harus tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BPPTKG.



