KIS Group dan Mitsubishi Corporation Memperkuat Kolaborasi di Pasar Biogas Global
KIS Group, sebuah perusahaan global yang fokus pada teknologi Biogas dan Biofuels, baru saja mengumumkan kemitraan strategis dengan Mitsubishi Corporation. Dalam akuisisi saham minoritas di operasi KIS Group di Indonesia, perusahaan asal Jepang ini resmi memasuki pasar biogas global. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu (5/11/2025), menandai langkah awal Mitsubishi Corporation dalam mengembangkan bisnis energi terbarukan.
KR Raghunath, pendiri sekaligus CEO KIS Group, menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan menjadi fondasi untuk pengembangan solusi energi rendah karbon di berbagai wilayah. “Investasi ini menandai langkah pertama Mitsubishi Corporation memasuki pasar biogas global,” ujarnya dalam keterangan resmi.
KIS Group telah beroperasi sejak tahun 2006 dan kini hadir di 11 negara, termasuk Indonesia. Perusahaan ini dikenal sebagai pelopor dalam penyediaan solusi Biogas, BioCNG, dan BioLNG. Salah satu proyek besar yang telah diselesaikan adalah pabrik BioCNG komersial pertama di Blangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Pabrik ini mulai beroperasi pada tahun 2024 dan mampu memproduksi sekitar 15.500 meter kubik BioCNG per hari.
Selain itu, KIS Group juga meresmikan pabrik BioCNG kedua di Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumut. Kapasitas produksi pabrik ini mencapai 182.000 MMBtu per tahun, menjadikannya fasilitas BioCNG terbesar di Asia Tenggara. KR Raghunath menyatakan bahwa perusahaan memiliki rencana untuk membangun 25 pabrik BioCNG di Sumatra Utara dengan nilai investasi sekitar Rp1,6 triliun. Jika semua proyek beroperasi, diperkirakan emisi karbon dapat dikurangi hingga 3,7 juta ton CO₂ per tahun.
KIS Group juga menargetkan investasi sebesar 1 miliar dolar AS dalam solusi gas terbarukan dan biofuel di Indonesia, Asia Tenggara, dan India hingga tahun 2030. Melalui kerja sama dengan Mitsubishi Corporation, KIS Group akan memanfaatkan jaringan luas perusahaan Jepang tersebut yang tersebar di lebih dari 90 negara. Tujuan utamanya adalah mempercepat ekspansi internasional dan meningkatkan efisiensi serta skalabilitas proyek-proyek KIS.
Kolaborasi antara KIS Group dan Mitsubishi Corporation juga akan memperkuat ketahanan rantai pasok melalui infrastruktur perdagangan dan logistik Mitsubishi. Hal ini akan mendukung tujuan keberlanjutan bersama dengan memperluas solusi energi rendah karbon yang bertanggung jawab.
Hingga saat ini, KIS Group telah mengembangkan sejumlah proyek BioMethane/gas terbarukan di 11 negara. Perusahaan yang berbasis di Singapura ini juga telah menandatangani kontrak pasokan jangka panjang Biomethane dengan Unilever dan Shell. Selain itu, KIS Group terus mengembangkan berbagai proyek untuk memenuhi permintaan Biomethane di pasar global.
KR Raghunath menyampaikan bahwa KIS Group berencana memperluas portofolio ke pasar Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Eropa dalam lima tahun ke depan. Dukungan dari Mitsubishi Corporation akan sangat penting dalam upaya ini. Tujuannya adalah meningkatkan produksi gas terbarukan secara signifikan dan berkontribusi terhadap target dekarbonisasi global.
“Dengan menggabungkan kekuatan kami dengan jangkauan global dan keahlian industri Mitsubishi, kami siap untuk pertumbuhan eksponensial dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan,” tegas KR Raghunath.



