Beranda Berita Ancol Target Kunjungan 800.000 Saat Libur Nataru

Ancol Target Kunjungan 800.000 Saat Libur Nataru

0
85

Target Pengunjung pada Libur Nataru 2025

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA), yang merupakan emiten pengelola taman rekreasi, menargetkan jumlah pengunjung sebanyak 750.000 hingga 800.000 orang selama pekan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2025. Perusahaan optimis bahwa periode musim liburan ini akan mampu meningkatkan kinerja keuangan di akhir tahun.

Direktur PJAA, Daniel Nainggolan, menyatakan bahwa target pengunjung tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 10% terhadap total pendapatan perseroan. Ia menjelaskan bahwa perusahaan telah mempersiapkan berbagai strategi untuk menarik pengunjung selama masa liburan.

Pendapatan yang diperoleh dari musim libur Nataru diharapkan menjadi penopang utama kinerja keuangan perseroan. Meskipun saat ini kinerja keuangan PJAA mengalami penurunan, momentum liburan ini menjadi peluang untuk mencapai target keuangan yang telah ditetapkan.

Kinerja Keuangan PJAA pada Kuartal III/2025

Berdasarkan laporan keuangan PJAA, perseroan mencatatkan pendapatan senilai Rp798,52 miliar pada kuartal III/2025, yang mengalami penurunan sebesar 9,40% dibandingkan dengan pendapatan Rp881,44 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Penurunan pendapatan ini terjadi di berbagai segmen bisnis. Pada segmen pariwisata, PJAA mencatatkan pendapatan sebesar Rp567,76 miliar, turun 40,28% YoY. Sementara itu, segmen real estat hanya mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp180,07 miliar, turun dari Rp223,90 miliar pada akhir 2024.

Selain itu, segmen perdagangan dan jasa juga mengalami penurunan pendapatan menjadi Rp155,98 miliar pada kuartal III/2025. Akibatnya, setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, PJAA hanya mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp58,62 miliar pada kuartal III/2025, yang turun sebesar 41,72% YoY dari Rp100,59 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Analisis dari Ahli Pasar

Menurut Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia, emiten pariwisata seperti PJAA sangat sensitif terhadap musim liburan. Sebagai salah satu pengelola taman rekreasi terbesar di Jakarta, yaitu Dunia Fantasi (Dufan) dan Ancol, PJAA memiliki potensi tinggi dalam menarik pengunjung selama masa liburan.

Liza menjelaskan bahwa aktivitas taman rekreasi dan resort biasanya melonjak selama musim liburan. Namun, risiko yang dihadapi oleh saham PJAA lebih besar karena tidak terlalu likuid dan laporan keuangannya tidak sekinclong pesaingnya.

Meski demikian, secara umum, Liza meyakini bahwa masyarakat tetap akan menyisihkan anggaran untuk libur akhir tahun. Hal ini berarti penurunan daya beli tidak sepenuhnya menghambat potensi pemulihan kinerja emiten pariwisata.

Prediksi Permintaan Wisata

Liza menilai bahwa segmen menengah ke atas akan menjadi penopang utama permintaan pariwisata, terutama di destinasi besar seperti Bali dan Jakarta. Okupansi serta pendapatan hotel di daerah tersebut diperkirakan akan meningkat seiring dengan naiknya mobilitas wisatawan selama libur panjang.

Perusahaan terus berupaya untuk meningkatkan daya tarik dan layanan agar mampu menarik lebih banyak pengunjung selama musim liburan. Dengan strategi yang tepat dan pemasaran yang efektif, PJAA berharap bisa mencapai target pengunjung dan pendapatan yang telah ditetapkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini