Kebijakan Diskon Tiket Pesawat untuk Libur Nataru 2025/2026
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan kebijakan diskon tiket pesawat untuk perjalanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Diskon ini mulai berlaku sejak tanggal 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, yang berarti para pelancong dapat memanfaatkannya untuk perjalanan liburan segera setelah tanggal tersebut.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keterjangkauan harga tiket selama masa liburan. Dalam rangka mendorong penggunaan transportasi udara, pemerintah telah menyiapkan beberapa stimulus ekonomi. Beberapa di antaranya adalah:
- PPN yang ditanggung pemerintah sebesar 6 persen
- Diskon fuel surcharge untuk pesawat jet dan propeller
- Diskon tarif jasa kebandarudaraan hingga 50 persen
- Penurunan harga avtur di 37 bandara
- Perpanjangan jam operasional bandara
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo, menjelaskan bahwa kombinasi dari kebijakan-kebijakan tersebut diperkirakan mampu menurunkan harga tiket sebesar 12-13 persen. Hal ini akan sangat membantu para penumpang dalam merencanakan perjalanan liburan mereka dengan biaya yang lebih terjangkau.
Diketahui bahwa sekitar 3,59 juta penumpang akan mendapatkan manfaat dari kebijakan diskon ini. Selain itu, pemerintah juga menetapkan kebijakan perpanjangan jam operasional bandara, yang bertujuan untuk memperkuat kelancaran mobilitas selama masa liburan.
Kesiapan Armada Pesawat
Dari sisi kesiapan armada, Setiyo menyampaikan bahwa saat ini jumlah pesawat udara yang tercatat di Indonesia mencapai 568 unit. Namun, hanya sekitar 368 pesawat yang dalam kondisi siap operasi, sedangkan sisanya sedang menjalani perawatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa jumlah pesawat yang layak terbang masih belum kembali seperti sebelum pandemi.
“Kondisi armada ini masih belum kembali seperti sebelum pandemi. Jumlah pesawat yang serviceable terbatas, sehingga rotasi pesawat menjadi lebih ketat, terutama saat terjadi gangguan cuaca atau teknis,” ujar Setiyo.
Prediksi Arus Penumpang
Puncak arus keberangkatan penumpang pesawat udara diperkirakan terjadi pada tanggal 20-21 Desember 2025, sedangkan arus balik Nataru diperkirakan terjadi pada tanggal 3-4 Januari 2026. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap transportasi udara akan meningkat secara signifikan selama periode liburan.
Dengan adanya kebijakan diskon dan perluasan jam operasional bandara, diharapkan dapat memastikan kelancaran perjalanan bagi para penumpang. Selain itu, pemerintah juga akan terus memantau situasi dan melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kemacetan atau gangguan dalam sistem transportasi udara.



