Mobil matik memiliki sistem rasio percepatan otomatis yang diatur secara internal dalam transmisi. Hal ini membuat pengemudi lebih mudah dalam mengoperasikan kendaraan, karena tidak perlu mengubah posisi tuas transmisi saat mobil membutuhkan perpindahan gigi, baik dari gigi rendah ke tinggi maupun sebaliknya.
Selain itu, ketika mobil matik berhenti, sistem transmisi mampu mengatur putaran mesin secara otomatis. Dengan demikian, pengemudi tidak perlu menginjak pedal kopling. Imun, pemilik bengkel spesialis Ford Trucuk Klaten, menjelaskan bahwa secara sistem, transmisi pada mobil matik mampu memutus putaran mesin dengan otomatis.
“Saat mobil berhenti seperti di kemacetan atau lampu merah, mesin tetap bisa berputar stasioner. Namun, jika mobil berhenti cukup lama, sebaiknya tuas transmisi digeser ke netral,” ujar Imun kepada Reformasi.co.id, Minggu (21/12/2025).
Membiarkan tuas transmisi tetap di posisi D saat mobil berhenti dapat menyebabkan suhu oli meningkat lebih cepat. Hal ini dapat memperpendek usia pakai oli transmisi.
“Oli transmisi bisa terbebani oleh suhu kerjanya, jadi meski sistemnya kuat, sebaiknya hindari membiarkan tuas transmisi tetap di D saat mobil berhenti,” tambah Imun.
Sebaliknya, Danang, pemilik bengkel mobil spesialis BMW & Mercedes-Benz, Danang Auto Safe Semarang, menilai bahwa transmisi pada mobil matik semakin canggih seiring perkembangan zaman.
“Untuk mobil matik dengan transmisi AT konvensional juga sudah sangat kuat dan dilengkapi sistem yang lebih terbarukan. Tidak seperti mobil jadul, yang memiliki sistem lebih sederhana,” ucap Danang kepada Reformasi.co.id, belum lama ini.
Menurut Danang, mobil matik tetap aman dioperasikan dengan posisi tuas transmisi tetap di D atau dipindahkan ke N saat mobil berhenti dan mesin berputar.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait adanya kerusakan karena selip. Gaya putar mesin akan terputus di torque converter saat posisi tuas di D dan mobil direm,” jelas Danang.
Posisi tersebut, menurut Danang, mirip dengan kondisi pengemudi mobil manual yang menginjak pedal kopling, dengan tetap membiarkan persneling masuk di posisi gigi saat berhenti.
“Sedangkan saat pengemudi memilih memindahkan tuas transmisi pada mobil matik ke posisi N, maka putaran mesin tidak akan diteruskan ke transmisi, karena semua kelompok kopling terbebas,” tambah Danang.
Dengan kondisi tersebut, Danang menyatakan bahwa mobil matik tetap aman bila berhenti di lampu merah atau kemacetan, baik posisi tuas di drive atau netral.
Jadi, pengendara tidak perlu khawatir akan adanya kerusakan ketika mobil berhenti di kemacetan atau lampu merah, baik posisi tuas di drive atau netral.



