Beranda Berita Banjir Parah Puluhan Rumah Terendam di Medan Labuhan

Banjir Parah Puluhan Rumah Terendam di Medan Labuhan

0
1343



MEDAN, Reformasi.co.id.CO – Hujan deras yang terus mengguyur Kota Medan dan sebagian wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir besar di Kecamatan Medan Labuhan. Ratusan rumah di Perumahan Griya Martubung terendam air hingga ketinggian mencapai 80 sentimeter, Rabu (26/11/2025).

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kawasan Griya Martubung menjadi lokasi yang paling parah terdampak. Jalan utama kompleks hampir tidak dapat dilalui kendaraan. Aktivitas warga lumpuh, sementara pengguna jalan terpaksa memutar arah karena genangan yang semakin tinggi.

Meski wilayah tersebut dilengkapi dengan rumah pompa dan Danau Laguna sebagai danau retensi, volume hujan yang tinggi membuat kapasitas tampungan air tidak memadai. Alih-alih mengurangi banjir, air dari danau justru meluap kembali ke permukiman yang berada pada posisi cekungan.

“Komplek Griya sudah seperti kolam. Air nggak bisa mengalir ke hilir karena hujan seharian nggak berhenti,” keluh Wawan, warga Griya Martubung.

Ia berharap Pemko Medan segera mengevaluasi sistem drainase serta mengatur ulang aliran air dari Danau Laguna agar tidak lagi melimpas ke permukiman warga. “Kalau hujan deras, danau nggak muat menampung air, akhirnya melimpah ke rumah-rumah warga. Tolong Pemko perhatikan kami,” pintanya.

Selain Griya Martubung, banjir juga merendam kawasan Simpang Kantor, Kelurahan Martubung, yang selama ini dikenal sebagai wilayah langganan banjir. Genangan air di Jalan Yos Sudarso membuat sepeda motor dan sejumlah kendaraan lainnya mogok.

“Kalau sudah banjir begini, pusing juga melewatinya. Saya dari Marelan mau ke Belawan, mesti lewat sini,” ujar Aidil Fazri, pengendara yang melintas.

Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, menegaskan bahwa banjir di Medan Labuhan merupakan dampak kombinasi hujan deras, angin kencang, dan saluran drainase yang tidak berfungsi optimal. “Drainase tak mampu menampung debit air yang tinggi. Anggota kami di lapangan sudah memantau langsung,” jelasnya.

Yunita menyampaikan bahwa BPBD Medan mengikuti konferensi pers nasional terkait perkembangan Bibit Siklon 95B dan cuaca ekstrem yang dipantau BMKG. Menurutnya, bahwa Siklon Tropis Senyar berdampak pada beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Utara. “Kota Medan masuk wilayah terdampak Siklon Tropis Senyar. Kondisi ini diprediksi berlanjut hingga 27 November 2025. Kami minta seluruh warga tetap waspada,” imbaunya.

Banjir yang melanda Medan Labuhan ini menambah daftar panjang persoalan banjir di Kota Medan, terutama di kawasan-kawasan yang berada pada daerah cekungan dengan drainase yang tidak memadai. Hingga berita ini diturunkan, tim BPBD masih melakukan pemantauan dan membantu warga yang terhambat aktivitasnya.

Penyebab Banjir di Wilayah Medan

Beberapa faktor yang menyebabkan banjir di wilayah Medan antara lain:

  • Curah hujan tinggi yang terus-menerus mengguyur kota sejak beberapa hari terakhir.
  • Saluran drainase yang tidak berfungsi optimal, sehingga tidak mampu menampung debit air yang besar.
  • Posisi geografis kawasan cekungan yang membuat air sulit mengalir ke luar.
  • Kurangnya penanganan infrastruktur seperti rumah pompa dan danau retensi yang tidak cukup memadai.

Dampak Banjir Terhadap Masyarakat

Banjir yang terjadi di kawasan Medan Labuhan memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat. Beberapa contohnya adalah:

  • Lumpuhnya aktivitas warga, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terdampak banjir.
  • Terganggunya akses transportasi, terutama jalan-jalan utama yang tergenang air.
  • Kerusakan pada kendaraan, terutama sepeda motor dan mobil yang terendam air.

Upaya Pemerintah Daerah

Pemerintah Kota Medan dan BPBD telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi banjir yang terjadi. Beberapa tindakan yang dilakukan antara lain:

  • Pemantauan langsung oleh petugas BPBD di lokasi banjir.
  • Peningkatan koordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca ekstrem.
  • Minta masyarakat tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan potensi banjir lanjutan.

Solusi Jangka Panjang

Untuk menghindari banjir yang terus terjadi, diperlukan solusi jangka panjang yang melibatkan berbagai pihak. Beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan antara lain:

  • Perbaikan sistem drainase di kawasan-kawasan rawan banjir.
  • Peningkatan jumlah rumah pompa dan pengelolaan danau retensi.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memperhatikan kondisi cuaca.

Dengan adanya perencanaan dan tindakan yang tepat, diharapkan banjir di Kota Medan dapat diminimalisir dan tidak lagi menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini