Latar Belakang Keluarga Ammar Zoni
Proses hukum yang kini menimpa aktor ternama Ammar Zoni memicu perhatian publik terhadap latar belakang keluarganya. Dalam wawancara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (27/11/2025), Eli Murni, yang merupakan Mak Tuo dari Ammar Zoni, memberikan gambaran tentang masa kecil dan perjalanan hidup Ammar yang tidak banyak diketahui masyarakat luas.
Menurut Eli, Ammar tumbuh dalam lingkungan yang religius dan penuh disiplin. Ayahnya dikenal sebagai sosok saleh yang selalu menekankan pentingnya menjalankan salat dengan konsisten. Ia mengungkapkan bahwa Ammar sejak kecil rajin beribadah dan sering melaksanakan salat di masjid.
“Sejak kecil, dia rajin beribadah. Salat ke masjid. Bapaknya juga orang saleh. Dia menekankan disiplin salat, jangan ditinggalkan. Dimanapun kamu berada, walaupun kecil, dididik agama,” ujarnya.
Pendidikan Agama yang Kuat
Selain dari ayahnya, pendidikan agama juga sangat kuat datang dari ibunya. Eli menyebut bahwa ibu Ammar, yang bekerja sebagai guru TK, juga dikenal sebagai ustazah. Meskipun ia telah meninggal, pengaruhnya terhadap Ammar tetap terasa.
“Ibunya juga sebagai guru TK, maksudnya guru TK itu juga ustazah lah kalau dipanggil ustazah. Karena dia kan meninggal,” tambahnya.
Dengan sistem pendidikan yang ketat namun penuh nilai-nilai agama, Ammar tumbuh dalam rutinitas yang terarah. Setelah pulang sekolah, ia melanjutkan aktivitas dengan mengaji bersama guru ngaji yang rutin datang ke rumah.
“Jadi tekankan dia tuh anak-anaknya dididik agama, dari kecil. Saat SMP sama saya, saya yang ngurusin sekolahnya. Baik, biasa orangnya, enggak ada macam-macam. Olahraga biasa, pulang-pulang, sekolah, ngaji lagi, ada guru ngaji datang ke rumah. Dididik agama dari kecil,” ujarnya.
Perubahan Hidup yang Mendalam
Namun, perjalanan hidup Ammar tidak sepenuhnya mulus. Menurut Eli, kepergian sang ibu menjadi titik perubahan besar dalam kehidupan Ammar. Kehilangan itu kemudian disusul dengan meninggalnya adik perempuan, yang membuat kondisi psikologis Ammar semakin goyah.
“Atau sejak Ibunya meninggal. Jadi kayaknya dia itu kayak batin banget sejak Ibunya meninggal. (Sejak) Ibunya meninggal, adiknya meninggal yang perempuan, jadi kayak seolah-olah dia itu gimana gitu pikirannya itu, terpukul gitu,” ujarnya.
Harapan untuk Masa Depan Ammar
Di tengah kasus hukum yang kini membelit Ammar, Eli hanya berharap agar semua ini menjadi titik balik yang benar-benar membawa Ammar ke arah yang lebih baik.
“Jadi saya harapan, semoga Ammar jangan terulang lagi seperti itu. Mudah-mudahan dia sadar, bertobat,” ujarnya.
Keluarga tetap berdoa agar Ammar diberikan jalan terbaik, sekaligus berharap pihak-pihak yang dinilai berlaku tidak adil kepadanya mendapat kesadaran.
“Untuk orang-orang itu yang menzalimkan si Ammar, moga-moga dia cepat sadar dan ketemu sama Ammar (minta maaf) kalau dia bersalah, dia melaporkan dirinya bahwa dia yang menaruh barang itu,” tuturnya.
