Beranda Berita Banjir Sumut Tewaskan 10 Orang, Jalur Tapanuli Tengah Terputus

Banjir Sumut Tewaskan 10 Orang, Jalur Tapanuli Tengah Terputus

0
1724

Bencana Alam di Sumatera Utara: Korban Tewas dan Kerusakan yang Mengkhawatirkan

Bencana alam berupa longsor dan banjir yang terjadi di Sumatera Utara telah menelan korban jiwa sebanyak 10 orang. Selain itu, sebanyak 2.393 kepala keluarga (KK) terdampak oleh bencana tersebut. Data dari Polda Sumut hingga hari Selasa (25/11/2025) mencatat sebanyak 20 kejadian bencana yang terdiri dari:

  • 12 kejadian tanah longsor
  • 7 kejadian banjir
  • 1 kejadian pohon tumbang

Wilayah-wilayah di Sumatera Utara yang terkena dampak bencana meliputi:

  • Kabupaten Tapanuli Tengah
  • Kabupaten Mandailing Natal
  • Kabupaten Tapanuli Selatan
  • Kabupaten Tapanuli Utara
  • Kota Sibolga
  • Kabupaten Nias

Sementara ini, jumlah korban yang tercatat adalah:

  • 10 warga meninggal dunia
  • 3 orang luka-luka
  • 6 orang masih dalam pencarian

Sebanyak 2.393 KK terdampak, dengan 445 warga mengungsi akibat bencana tersebut. Banyak akses jalan utama tertutup oleh material longsor dan genangan banjir.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menyatakan bahwa seluruh personel telah dikerahkan untuk membantu masyarakat. Ia menegaskan bahwa evakuasi, pencarian korban, hingga pembukaan akses jalan dilakukan tanpa henti. Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan.

Penemuan Jasad di Puskesmas Batangtoru

Beberapa waktu lalu, enam jasad korban banjir bandang dikumpulkan di Puskesmas Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel). Keenam jasad ini merupakan korban banjir bandang yang terjadi di tiga desa perbatasan Tapsel dengan Tapanuli Tengah. Tiga desa yang terdampak adalah Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol. Pada Selasa 25 November 2025 sekitar pukul 10.00 WIB, keenam jasad tersebut disimpan di Puskesmas Batangtoru. Dari keenam jasad tersebut, hanya satu yang sudah dikenali oleh pihak keluarga.

Akses ke Tapanuli Tengah Terputus

Kepala Bidang Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati menjelaskan bahwa kondisi bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah masih parah hingga hari ini, Rabu (26/11/2025). Ia menyebutkan bahwa akses menuju wilayah Tapteng terputus. Wilayah ini termasuk dalam kategori daerah terisolir.

Sri juga menyampaikan bahwa jaringan komunikasi di wilayah Tapanuli Tengah masih terputus. Sampai hari ini, belum ada komunikasi antara BPBD Sumut dan BPBD Tapteng. Tim BPBD Sumut yang berada di area Tarutung masih terjebak dan belum bisa masuk ke wilayah Tapteng.

Jalur-jalur Utama Terputus

Berikut beberapa lokasi jalan menuju Kabupaten Tapteng yang terputus:

  • Tarutung Menuju Tapanuli Tengah ada longsor 6 titik
  • Tarutung menuju Sipirok Jalan putus di area Jembatan
  • Dolok Sanggul menuju Humbahas Via Barus Pakan Menuju Sibolga Tiga titik longsor
  • Padang Sidimpuan-Tapgeng terputus

Wilayah Tapteng terisolir dan hanya BPBD Tapteng yang masih bertugas di sana.

Kota Sibolga Paling Parah

Dari enam wilayah terdampak, Kota Sibolga menjadi daerah paling parah dengan enam titik longsor yang menelan korban jiwa serta merusak belasan rumah. Di Tapanuli Tengah, banjir yang terjadi sejak 17–22 November berdampak pada 1.902 KK, menyebabkan puluhan warga harus mengungsi.

Sejak laporan awal diterima, Polri bergerak melakukan evakuasi warga, pengaturan lalu lintas di lokasi rawan, serta membuka akses jalan yang tertutup material bencana. Upaya pencarian terhadap enam warga yang masih hilang terus dilakukan bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan.

Polda Sumut juga mengerahkan 4 Satuan Setingkat Kompi Brimob ke sejumlah wilayah terdampak. Personel kepolisian ditempatkan di titik-titik kritis seperti Jalan Lintas Padangsidimpuan–Tarutung, Desa Parsalakan di Tapanuli Tengah, kawasan Batujomba Batangtoru, serta jalur menuju Sibolga.

Pada malam hari, dukungan diperkuat dengan penurunan 1 peleton Samapta, 2 tim Dokkes, dan 1 tim Bid TI, serta rencana penambahan personel pada hari berikutnya.

Polda Sumut menyebut seluruh langkah yang dilakukan merupakan bentuk komitmen kepolisian untuk melindungi masyarakat dan memastikan penanganan bencana berlangsung cepat, terkoordinasi, dan efektif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini