Benarkah Hacker Bjorka Asli Peretas? WFT Belajar Otodidak di Dark Web

0
152

Penangkapan Hacker Bjorka yang Menggegerkan Negeri

Seorang hacker ternama yang dikenal dengan nama Bjorka akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian. Pemuda yang dikenal sebagai pelaku peretasan ilegal ini berhasil menarik perhatian publik sejak beberapa tahun lalu, terutama setelah aksinya mengunggah data pribadi nasabah bank di media sosial. Kini, identitasnya telah terungkap dan proses hukum sedang berjalan.

WFT, demikian nama lengkap dari pemuda 22 tahun tersebut, berasal dari Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Ia merupakan seorang yatim piatu tanpa saudara. Meskipun begitu, ia mampu bertahan hidup sendirian dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

AKBP Fian Yunus, Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa WFT mempelajari seni peretasan secara otodidak. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuannya tidak berasal dari pendidikan formal, melainkan dari pengalaman dan pengetahuan yang didapat sendiri.

Pemuda ini ditangkap pada Selasa, 2 Oktober 2025, saat berada di rumah kekasihnya MGM. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi siber melakukan penyelidikan terhadap aktivitas mencurigakan yang dilakukannya di internet.

Motif di Balik Aksi Bjorka

Menurut informasi yang dihimpun, motif WFT dalam melakukan tindakan ilegal adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari hasil tracing yang dilakukan, uang yang diperolehnya digunakan untuk keperluan pribadi dan juga membantu keluarganya. Meskipun dia tinggal sendirian, ia tetap menjaga tanggung jawab terhadap keluarga yang ia miliki.

Aksi pertama WFT dimulai ketika ia memeras pihak bank setelah mencuri data pribadi nasabah. Data tersebut kemudian diunggah ke akun @bjorkanesiaaa pada Februari 2025. Ia mengklaim telah mencuri sebanyak 4,8 juta data nasabah bank tersebut.

Namun, aksi ini tidak sempat terlaksana karena pihak bank langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Menurut AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, Kasubdit IV Direktorat Siber Polda Metro Jaya, tindakan peretasan ini menjadi dasar bagi polisi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Identitas Lain yang Diketahui

Selain menggunakan nama Bjorka, WFT juga dikenal dengan beberapa nama samaran seperti SkyWave, Shinyhunter, hingga Opposite 6890. Nama-nama ini sering muncul dalam berbagai aktivitas online yang dilakukannya.

Dengan penangkapan ini, pihak kepolisian berharap dapat memberikan contoh bahwa tindakan ilegal, termasuk peretasan dan pencurian data, akan selalu mendapat konsekuensi hukum. Proses hukum terhadap WFT masih berlangsung dan akan diumumkan lebih lanjut.

Penangkapan ini juga menjadi peringatan bagi para pelaku kejahatan siber bahwa tindakan mereka tidak akan luput dari pengawasan dan tindakan hukum yang tegas. Dengan adanya langkah-langkah yang dilakukan oleh aparat kepolisian, diharapkan bisa mengurangi risiko kejahatan siber di masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini