Beranda Berita Denyut Ekonomi Toboali Buat Pedagang Ikan Bahagia

Denyut Ekonomi Toboali Buat Pedagang Ikan Bahagia

0
32

Kehidupan Pedagang di Pasar Rakyat Toboali

Kehidupan masyarakat di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi. Salah satu buktinya terlihat dari ramainya aktivitas jual beli di Pasar Rakyat Toboali, yang kembali dipadati pembeli sejak pagi hingga siang hari. Para pedagang merasakan langsung perubahan tersebut, termasuk Suryani (49), pedagang ikan yang telah belasan tahun menggantungkan hidup dari lapak sederhananya di pasar tradisional itu.

Suryani mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat mulai meningkat setelah sempat terpuruk cukup lama. “Beberapa hari terakhir ini alhamdulillah agak ramai. Kalau sebelumnya sangat memprihatinkan, sepi sekali kadang mau nangis untuk nutup omzet saking sepinya,” ujarnya saat ditemui di Pasar Rakyat Toboali, Selasa (23/12/2025).

Pada masa lesunya ekonomi, Suryani kerap berjualan sejak dini hari hingga lewat tengah hari tanpa hasil yang sebanding. Bahkan, tak jarang ia baru bisa menutup lapak menjelang sore. “Start jualan dari jam satu pagi sampai jam dua belas siang. Kalau sepi, kadang sampai jam dua siang baru pulang,” tuturnya.

Sebagai pedagang ikan, Suryani menjual berbagai jenis hasil perikanan air tawar dan laut, mulai dari ikan nila, patin, hingga lele dan ikan laut. Ia biasa mengandalkan pelanggan tetap dan penampung, dengan pasokan mencapai tiga fiber ikan per hari hingga lebih saat kondisi pasar ramai.

Perjuangan Suryani berdagang bukan sekadar untuk bertahan hidup. Dari hasil berjualan ikan itulah, ia berhasil menyekolahkan ketiga anaknya hingga meraih gelar sarjana. “Belasan tahun berjual di pasar ini, menafkahi anak tiga. Dari jualan ikan ini alhamdulillah anak S1 bae tige ikuk,” ungkapnya dengan nada haru.

Di tengah mulai pulihnya aktivitas ekonomi, Suryani juga melihat beban biaya operasional yang harus ditanggung pedagang kecil setiap hari. Ia merinci, retribusi lapak meja dikenakan Rp3 ribu, namun dalam praktiknya bisa mencapai Rp7 ribu per orang. Jika menggunakan lebih dari satu meja, biayanya naik hingga Rp10 ribu.

Selain itu, pedagang juga dikenakan biaya tambahan untuk fasilitas pendukung. “Untuk lampu Rp5 ribu, sampah Rp2 ribu per hari kalau diminta. Kalau tidak jualan, ya libur setor,” jelasnya.

Meningkatnya keramaian Pasar Rakyat Toboali memberi harapan baru bagi pedagang kecil seperti Suryani. Aktivitas pasar yang kembali hidup dinilai menjadi cerminan mulainya perputaran ekonomi masyarakat bawah, sekaligus sinyal baik bagi pemulihan ekonomi lokal Bangka Selatan menjelang akhir tahun.

Bagi Suryani dan pedagang lainnya, pasar yang ramai bukan hanya soal omzet, melainkan jaminan keberlanjutan hidup dan masa depan keluarga.

Perjalanan Suryani sebagai Pedagang Ikan

Suryani adalah salah satu contoh dari para pedagang yang telah menjalani proses panjang dalam menjalankan usaha mereka. Ia mengenang masa-masa awal berdagang, saat sarana masih sangat terbatas. Ia bahkan sempat menjajakan ikan hanya beralaskan daun keladi, sebelum pasar tertata seperti sekarang.

Dalam perjalanan hidupnya, Suryani selalu berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ia tidak pernah menyerah meskipun situasi ekonomi sedang sulit. Dengan tekad yang kuat, ia berhasil membawa anak-anaknya menuju kesuksesan melalui pendidikan.

Tantangan yang Dihadapi Pedagang

Meskipun ada tanda-tanda pemulihan ekonomi, para pedagang seperti Suryani masih menghadapi berbagai tantangan. Biaya operasional yang tinggi menjadi beban tersendiri. Selain retribusi lapak, mereka juga dikenakan biaya tambahan untuk fasilitas seperti lampu dan sampah.

Tidak semua pedagang memiliki kemampuan finansial yang sama. Banyak dari mereka yang harus berjuang keras untuk tetap bertahan. Namun, semangat dan tekad untuk memenuhi kebutuhan keluarga membuat mereka terus berusaha.

Harapan untuk Masa Depan

Kehidupan ekonomi yang mulai pulih memberi harapan bagi para pedagang kecil. Mereka berharap bahwa kondisi ini akan terus berlangsung sehingga dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan keluarga.

Suryani dan para pedagang lainnya berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar untuk memperbaiki kondisi pasar dan mengurangi beban biaya operasional. Dengan dukungan yang tepat, usaha mereka dapat berkembang lebih baik lagi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini