Dua Kepsek Terseret Sungai, Tulang Patah Akibat Jembatan Tanpa Pembatas

0
626



BANGKALAN, Reformasi.co.id

Dua kepala sekolah di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur harus dilarikan ke rumah sakit setelah terjun ke sungai saat melintas di jembatan Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop.

Diduga, keduanya terjatuh akibat jembatan tersebut tidak memiliki dinding pembatas. Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Kokop, Fuad mengatakan bahwa dua korban tersebut adalah Kepala Sekolah SDN Tlokoh 1, Rita Sugiharto dan Kepala Sekolah SDN Bandang Laok 1, Yuda Indramana.

“Dua kepala sekolah itu berboncengan. Kebetulan keduanya suami istri. Jadi Pak Rita dan Bu Yuda hendak pergi ke SDN Tkokoh 2 untuk menghadiri undangan kegiatan rutinan K3S,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Namun saat keduanya sedang berada di atas motor, diduga jalanan licin hingga mengakibatkan motor yang dikemudikan Rita oleng. Lantaran jembatan tersebut tidak memiliki pembatas, korban langsung terjun ke sungai yang ada di bawah jembatan.

Akibatnya, Yuda mengalami luka di kepala sedangkan istrinya mengalami patah tulang tangan. “Dua korban sempat dirawat di rumah sakit, namun saat ini sudah masa pemulihan dan rawat jalan di rumahnya,” imbuhnya.

Adanya kerusakan pembatas jembatan tersebut membuat Sat Brimob Polda Jatim menurunkan dua pleton personil untuk melakukan perbaikan dinding pembatas jembatan. Sebab, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, dikhawatirkan akan memakan korban lagi.

Dansat Brimob Polda Jatim, Kombes Pol Suryo Sudarmadi mengaku sangat prihatin atas peristiwa yang dialami dua tenaga pendidik tersebut. “Kami bergerak bersama dua pleton anggota untuk memperbaiki pembatas jembatan itu sehingga ke depannya lebih safety dan layak digunakan,” ujarnya.

Jembatan tersebut merupakan akses penting antardesa dan kabupaten. Jembatan Mor Leke itu menghubungkan Desa Manokan dan Desa Durjan, Kecamatan Kokop sekaligus menjadi penghubung menuju Desa Olor, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

“Ini akses penting bagi masyarakat sekitar, para tenaga pendidik, siswa dan lainnya, sehingga adanya pembatas jembatan ini juga penting agar lebih aman saat melintas,” ungkapnya.

Pengerjaan perbaikan itu diperkirakan akan memakan waktu hingga 4 hari ke depan. Perbaikan ini juga dibantu masyarakat sekitar dan kepala desa setempat.

“Masyarakat cukup antusias membantu juga. Besar harapan kami untuk progres jangka panjang adanya peran aktif dari stakeholder terkait bisa saling mendukung khususnya dalam hal pembangunan jembatan itu,” pungkasnya.

Faktor Penyebab Kecelakaan

Beberapa faktor dapat menyebabkan kecelakaan seperti yang terjadi pada dua kepala sekolah tersebut:

  • Kurangnya fasilitas keselamatan

    Jembatan yang tidak memiliki dinding pembatas atau pagar pengaman meningkatkan risiko jatuh, terutama ketika kondisi jalan licin atau cuaca buruk.

  • Kondisi jalan yang tidak stabil

    Jalanan yang licin atau rusak dapat menyebabkan kendaraan oleng, terutama saat melintasi jembatan yang sempit atau tidak memiliki penyangga yang kuat.

  • Lalu lintas yang padat

    Jembatan yang menjadi akses utama antar desa sering kali dilalui oleh banyak kendaraan, termasuk sepeda motor, mobil, dan kendaraan besar. Tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai, risiko kecelakaan semakin tinggi.

Upaya Perbaikan dan Keamanan

Satuan Brimob Polda Jatim telah turun tangan untuk memperbaiki jembatan tersebut. Proses perbaikan mencakup:

  • Pemasangan pagar pembatas

    Pagar atau dinding pembatas akan dipasang di sepanjang jembatan untuk mencegah orang atau kendaraan terjatuh.

  • Perbaikan struktur jembatan

    Jembatan yang rusak atau tidak stabil akan diperbaiki agar lebih kokoh dan tahan lama.

  • Kolaborasi dengan masyarakat

    Masyarakat sekitar dan pemerintah desa juga terlibat dalam proses perbaikan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara efektif.

Pentingnya Keselamatan Berkendara

Kecelakaan yang menimpa dua kepala sekolah tersebut menjadi peringatan penting tentang pentingnya keselamatan berkendara, terutama saat melintasi jembatan. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah kecelakaan:

  • Meningkatkan kesadaran pengemudi

    Pengemudi perlu waspada terhadap kondisi jalan, terutama saat melintasi jembatan atau area yang rawan.

  • Memastikan fasilitas jembatan lengkap

    Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu memastikan bahwa semua jembatan memiliki fasilitas keselamatan seperti pagar, lampu penerangan, dan marka jalan.

  • Peningkatan pengawasan dan pemeliharaan

    Jembatan perlu dipantau secara berkala untuk memastikan kondisinya tetap aman dan layak digunakan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini