Beranda Ekonomi Garuda Indonesia Gelar RUPS Luar Biasa Hari Ini

Garuda Indonesia Gelar RUPS Luar Biasa Hari Ini

0
341

Garuda Indonesia Akan Gelar RUPSLB untuk Perubahan Pengurus

PT Garuda Indonesia Tbk akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 15 Oktober 2025 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Informasi ini telah disampaikan oleh manajemen emiten berkode GIAA di Bursa Efek Indonesia pada 1 Oktober 2025. RUPSLB ini hanya memiliki satu agenda utama, yaitu perubahan pengurus perseroan.

Menurut informasi yang diperoleh, agenda tersebut berasal dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna melalui Surat Nomor: SR-500/MBU/09/2025 pada 22 September 2025. Manajemen GIAA menyatakan bahwa mata acara ini harus diputuskan dalam RUPS.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Cahyadi Indrananto, menjelaskan bahwa posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko saat ini masih kosong. Ia menilai pentingnya posisi ini karena Garuda akan menyelesaikan rangkaian restrukturisasi yang didukung oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. “Kehadiran direktur keuangan definitif sangat penting,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Meskipun begitu, Cahyadi tidak mengungkapkan nama calon yang akan menduduki posisi tersebut. Menurutnya, usulan pengurus sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Usaha Milik Negara sebagai Pemegang Saham Seri A Dwiwarna atas persetujuan RUPS. “Garuda akan menjalankan sepenuhnya keputusan RUPS,” katanya.

Kabar tentang perubahan pengurus Garuda Indonesia sempat muncul sejak awal September 2025. Dalam rapat di Kompleks Parlemen pada Senin dua pekan lalu, Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Mufti Anam, mengatakan bahwa ada kabar bahwa akan masuk di jajaran eksekutif dari Singapore Airline di tubuh Garuda Indonesia. Jika benar, kata Mufti, hal ini tidak otomatis mengubah kinerja Garuda Indonesia semakin baik.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menegaskan bahwa banyak orang Indonesia juga pintar. “Saya yakin kalau ada orang asing sepintar apapun, kalau tata kelola dan budaya seperti itu, akan seperti itu saja,” katanya.

Performa Keuangan Garuda Indonesia pada Semester I 2025

Pada semester pertama tahun 2025, Garuda Indonesia membukukan kerugian sebesar US$ 142,8 juta atau Rp 2,3 triliun (asumsi kurs Rp 16.646 per dolar AS). Kerugian ini lebih besar dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,6 triliun.

Laporan keuangan GIAA yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 23 September 2025, mencatat pendapatan turun dari Rp 26,6 triliun menjadi Rp 24,9 triliun sepanjang Januari-Juni 2025. Pendapatan tersebut berasal dari penerbangan berjadwal Rp 19,9 triliun, tidak berjadwal Rp 3,4 triliun, dan lainnya Rp 2,6 triliun.

Selain itu, Garuda membukukan liabilitas sebesar Rp 133,2 triliun dan ekuitas Rp 23,3 miliar. Total aset per 30 Juni 2025 tercatat Rp 108,2 triliun, turun dari Rp 109,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dukungan Finansial dari Danantara

Pada Juni 2025, PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM, bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), memberikan shareholder loan senilai Rp 6,65 triliun kepada Garuda untuk mendanai kebutuhan maintenance, repair, and overhaul (MRO). Dana ini merupakan bagian dari dukungan pendanaan sekitar US$ 1 miliar atau Rp 16,3 triliun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini