Gol Pertama Rahmatsho Jadi Penyelamat PSIM dalam Laga Kontra Bhayangkara FC
Gol pertama yang dicetak oleh Rahmatsho Rahmatzoda bersama PSIM menjadi momen penting dalam laga melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-13 Super League 2025/26. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Sabtu (22/11), berhasil dimenangkan oleh tim tuan rumah dengan skor 1-0.
Rahmatsho mencetak gol pada menit ke-38. Tidak hanya dia sendiri, ada kontribusi dari Fahreza Sudin yang memberikan umpan bagus yang kemudian diolah menjadi tendangan keras yang mengoyak gawang Bhayangkara FC. Ini menjadi gol pertama bagi pemain asal Tajikistan tersebut dalam kariernya bersama PSIM.
“Untuk saya pribadi, gol pertama ini sangat berarti. Saya tidak bisa berbicara banyak. Alhamdulillah, saya bersyukur untuk ini,” ujarnya setelah pertandingan.
Rahmatsho Sempat Cedera Ringan Sebelum Laga
Sebelum laga melawan Bhayangkara FC, ternyata Rahmatsho baru saja pulih dari cedera ringan. Cedera pada otot hamstring yang dialaminya usai laga melawan Persis Solo pada 8 November lalu, membuatnya harus menjalani perawatan intensif selama beberapa hari terakhir.
Tim medis PSIM bekerja sama dengan Rumah Sakit Bethesda untuk memastikan bahwa pemain bernomor punggung 63 ini siap tampil dalam laga tersebut. Dokter tim PSIM, Hansel, menjelaskan bahwa setelah laga melawan Persis Solo, Rahmatsho mengeluhkan ketidaknyamanan di area hamstring.
“Karena itu, kami fokus memberikan perawatan pada kakinya,” jelas Hansel.
Babak Pertama yang Mengesankan
Dari peluit pembuka wasit, pertandingan antara PSIM dan Bhayangkara FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Kedua tim saling menyerang dengan semangat yang tinggi. Namun, anak asuh pelatih kepala Jean-Paul Van Gastel mampu menguasai bola sejak awal.
Gol yang diciptakan oleh Rahmatsho pada menit ke-38 menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan tersebut. “Saya pikir sangat bagus kami bisa menang di pertandingan ini. Kami bisa menguasai jalannya pertandingan, terutama di babak pertama,” ujar Van Gastel.
Babak Kedua yang Lebih Terkendali
Pada babak kedua, tempo permainan menjadi lebih terkendali. Meski demikian, PSIM masih mampu mempertahankan penguasaan bola. Bhayangkara FC mulai menunjukkan serangan yang lebih berbahaya di awal babak kedua.
Van Gastel mengakui bahwa Bhayangkara lebih agresif di babak kedua. “Di babak kedua, mereka lebih agresif dan serangan mereka jauh lebih berbahaya daripada babak pertama,” katanya.
Beberapa peluang gol juga gagal dimanfaatkan oleh PSIM. Salah satunya adalah kerjasama antara Pulga Vidal dan Ze Valente pada menit ke-57. Atau saat Pulga Vidal gagal memfokuskan tendangan di menit ke-66 yang berakhir melambung di atas gawang lawan.
“Kami harusnya bisa mengkreasikan peluang lebih banyak di babak kedua, tapi ada sedikit situasi yang tidak mudah saat di sepertiga akhir pertahanan lawan,” tambah Van Gastel.
Hasil Akhir dan Poin yang Didapat
Hasil akhir 1-0 untuk PSIM menambah total poin mereka menjadi 22. Hal ini membawa PSIM duduk di posisi ke-4 klasemen sementara Super League 2025/26. Pada pekan mendatang, PSIM akan menghadapi Persija Jakarta dalam laga tandang yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada Jumat (28/11) pukul 19.00 WIB.



