Beranda Berita Gubernur Koster Dorong BGN Tingkatkan Program Gizi Bali

Gubernur Koster Dorong BGN Tingkatkan Program Gizi Bali

0
479

Program SPPG di Bali Diharapkan Bantu Cegah Kekurangan Energi Kronis dan Stunting

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyambut baik inisiatif Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Bali. Pertemuan ini berlangsung di Jayasabha pada Jumat, 7 November 2025, saat Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Dr. Ir. Tigor Pangaribuan, M.M., MBA., memberikan laporan langsung kepada Gubernur.

Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa percepatan pelaksanaan SPPG di Klungkung telah menunjukkan kemajuan signifikan. Saat ini, terdapat 4 dapur dalam proses pembangunan, 1 dapur sedang dalam survei, dan 110 dapur sudah beroperasi di seluruh Bali. Namun, capaian yang diraih masih jauh dari target yang ditetapkan. Dari total 1.049.967 penerima manfaat, baru sebanyak 275.127 orang yang tercapai. Targetnya adalah seluruh dapur beroperasi penuh pada Februari 2026.

Deputi Tigor Pangaribuan mengungkapkan bahwa program SPPG di Bali telah mencapai 30 persen dari rencana yang direncanakan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Wayan Koster, yang berasal dari Desa Sembiran, Buleleng, atas dukungan dan partisipasinya dalam menjalankan program ini.

Program SPPG diharapkan mampu mempercepat pencegahan KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan stunting melalui pendekatan pola asuh 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Dengan fokus pada tiga kelompok utama ini, program diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan perempuan.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Wayan Koster mengingatkan Deputi Tigor Pangaribuan untuk mempertimbangkan antisipasi terhadap potensi kekurangan bahan pangan selama pelaksanaan program. Ia menyarankan agar pengelola program memperhatikan ketersediaan bahan pokok secara berkelanjutan.

Selain itu, Gubernur Koster, yang dikenal sebagai penggagas Ekonomi Kerthi Bali, berharap Badan Gizi Nasional dapat meningkatkan serapan pangan lokal dalam program SPPG. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan produk lokal seperti sayur mayur, telur, ikan, ayam, hingga buah-buahan Bali sebagai bahan utama dalam penyediaan makanan bergizi gratis (MBG).

“Hasil pertanian kita di Bali sangat cukup untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), jadi serapan pangan lokal Bali harus ditingkatkan dalam program ini,” ujar Gubernur Bali dengan tegas. Pernyataannya langsung mendapat sambutan positif dari Deputi Tigor Pangaribuan.

Strategi Peningkatan Kualitas Gizi di Bali

Berikut beberapa strategi yang diusulkan oleh Gubernur Wayan Koster untuk memperkuat pelaksanaan program SPPG:

  • Penggunaan bahan pangan lokal sebagai bahan utama dalam program MBG.
  • Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi petani lokal.
  • Selain itu, memastikan ketersediaan bahan pangan yang segar dan bernutrisi.

  • Penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang.

  • Melalui sosialisasi, masyarakat akan lebih memahami cara memilih makanan yang bergizi.
  • Keterlibatan tokoh masyarakat dan pemangku kebijakan menjadi kunci keberhasilan.

  • Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BGN dalam memantau progres program.

  • Koordinasi yang baik akan memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan efisien.
  • Evaluasi berkala dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat.

  • Peningkatan kapasitas SDM yang terlibat dalam program.

  • Pelatihan bagi tenaga kerja di lapangan akan meningkatkan kualitas layanan.
  • Peningkatan pengetahuan tentang nutrisi dan pengelolaan dapur umum.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini