Beranda Berita Gubernur Melki Laka Lena Buka Forum Budaya IPACS 2025 di Kupang

Gubernur Melki Laka Lena Buka Forum Budaya IPACS 2025 di Kupang

0
62

IPACS 2025: Momentum Penting dalam Sinergi Budaya Indonesia dan Pasifik

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar acara Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 12 November 2025. Forum kebudayaan internasional ini berlangsung selama tiga hari, yaitu 11–13 November 2025, dengan mengusung tema “Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom” atau “Merayakan Budaya Bersama dan Kearifan Komunitas.” Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi budaya antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Pasifik.

NTT Jadi Tuan Rumah Diplomasi Budaya

Pembukaan IPACS 2025 berlangsung di Hotel Harper Kupang. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bertindak sebagai tuan rumah dalam membuka secara resmi forum tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada provinsi NTT sebagai tempat penyelenggaraan ajang budaya berskala internasional.

“Momentum IPACS 2025 sangat penting sebagai ajang budaya berskala internasional yang mempertemukan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik. Kegiatan ini adalah wujud sinergi yang mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan negara-negara di kawasan tersebut,” ujar Melki Laka Lena.

Ia menambahkan bahwa forum ini menjadi kesempatan bagi NTT untuk memperkenalkan kekayaan budayanya ke dunia internasional, sekaligus memperkuat soft diplomacy Indonesia di kawasan Pasifik. Melki berharap IPACS dapat menjadi ruang pertukaran ide dan inovasi budaya, terutama dalam pemanfaatan kearifan lokal untuk menjaga ekologi dan iklim, serta menjadikan tradisi sebagai kekuatan ekonomi berkelanjutan.

“Semoga dari Kupang, cahaya persaudaraan Pasifik ini menyala sampai ke seluruh samudra, menghubungkan hati dan peradaban manusia,” katanya menutup sambutan.

Sebelum turun dari podium, Melki turut menyanyikan lagu “Aku Papua” dan “Bolelebo” yang membangun semangat dalam persaudaraan di antara tamu undangan.

Menegaskan Peran Budaya Hadapi Krisis Iklim

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjadikan budaya sebagai solusi terhadap krisis iklim yang kini mengancam warisan budaya dunia. Menurut laporan UNESCO dan World Resources Institute (2023), sekitar 73 persen situs Warisan Dunia terancam bahaya terkait air seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan permukaan laut.

“Warisan budaya dan tradisi di kawasan Pasifik menghadapi ancaman serius seperti perubahan iklim. Melalui IPACS 2025, budaya ditegaskan bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai sumber solusi untuk ketahanan iklim, pelestarian lingkungan, dan pembangunan masa depan,” ujar Fadli.

Dalam forum ini, Indonesia mendorong sinergi kawasan Pasifik untuk pelestarian warisan budaya, penguatan inovasi, serta membuka ruang inklusif bagi generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif. Fadli berharap IPACS dapat memperkuat jejaring antarbangsa Pasifik, meningkatkan kesadaran akan dampak perubahan iklim, serta mendukung pencapaian Culture 2030 Goal sebagai pilar pembangunan pasca-2030.

Tifa dan Cap Kenangan, Simbol Persaudaraan Pasifik

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa secara simbolis oleh para pejabat dan perwakilan negara peserta. Momen itu menjadi simbol persaudaraan di antara berbagai bangsa kepulauan. Rangkaian acara dilanjutkan dengan peluncuran dan penandatanganan IPACS Commemorative Stamp, serta penampilan provinsi NTT Children’s Choir dan Sand Art Performance yang menampilkan kehangatan dan kekayaan ekspresi budaya NTT sebagai tuan rumah.

Forum Sinergi dan Kolaborasi Budaya

Selama tiga hari, para peserta akan mengikuti berbagai sesi, mulai dari dialog tingkat menteri, pameran budaya, program residensi, diskusi panel, hingga pertunjukan seni. Forum ini diharapkan melahirkan rekomendasi bersama untuk memperkuat kerja sama kebudayaan antarnegara Pasifik. Selain itu, IPACS juga membuka peluang terbentuknya program residensi seni berkelanjutan sebagai wadah kolaborasi dan inovasi lintas kawasan.

“IPACS bukan sekadar seremoni. Ini langkah strategis untuk memperkuat diplomasi budaya, ekonomi kreatif, dan solidaritas Pasifik,” ujar Fadli menutup sambutannya.

Delegasi Negara-Negara Pasifik Hadir di Kupang

Pembukaan IPACS 2025 dihadiri perwakilan dari berbagai negara peserta, antara lain Menteri Negara Pariwisata, Seni dan Budaya Papua Nugini, Belden Norman Namah; Menteri Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Kewarganegaraan Kaledonia Baru, Mickaël Forrest; Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon, Choy Lin Yim Douglas; serta Menteri Kebudayaan Republik Fiji, Ifereimi Vasu.

Turut hadir Kepala Delegasi Tonga, Semisi Veatupu Tongia; Timor-Leste, José Boavida Simões; Vanuatu, Henline Mala; Palau, Kiblas Soaladaob; Tuvalu, Noa Petueli Tapumanaia; Kiribati, Bwereti Tewareka; Nauru, Romana Koepke; dan Kepulauan Marshall, Antari Elbon. Dari Indonesia hadir Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk; Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni; serta Wali Kota Kupang, Christian Widodo.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini