Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Monumen Pancasila Sakti, Jakarta Timur, pada hari Rabu (1/10). Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara dan tokoh penting. Perayaan ini menjadi momen penting dalam rangka memperingati nilai-nilai Pancasila serta penghormatan terhadap para pahlawan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tampak mengenakan jas berwarna abu-abu dengan kemeja biru dan dasi berwarna gelap. Setelah upacara selesai, ia bersama Gibran melakukan peninjauan ke Sumur Maut Lubang Buaya. Di lokasi tersebut, Prabowo berdiri di depan sumur dan melaksanakan doa sambil mengangkat tangannya. Ia ditemani oleh Wakil Presiden di belakangnya. Suasana hening itu diiringi lantunan lagu Gugur Bunga karya Ismail Marzuki, yang mencerminkan rasa hormat dan duka cita terhadap para pahlawan revolusi.
Selain Presiden dan Wakil Presiden, acara juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, serta Kepala Pusat Sejarah TNI Brigjen Stefie Jantje Nuhujana. Para menteri dari Kabinet Merah Putih juga turut hadir dalam rangkaian acara. Selain itu, jajaran pimpinan TNI dan Polri juga hadir dalam jumlah besar, antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, serta KSAU Marsekal Tonny Harjono.
Sejarah Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965. Peringatan ini ditetapkan oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai wujud apresiasi terhadap semangat dan pengorbanan para pahlawan.
Sumur Maut Lubang Buaya menjadi tempat yang sangat bersejarah dalam sejarah Indonesia. Sumur yang memiliki kedalaman sekitar 12 meter dan diameter sekitar 75 sentimeter ini menjadi lokasi pembuangan jenazah tujuh pahlawan revolusi. Mereka adalah Letjen Ahmad Yani, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen M.T. Harjono, Mayjen S. Parman, Brigjen D.I. Pandjaitan, Brigjen Soetojo S., serta Lettu Czi P. A. Tendean.
Peristiwa ini menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa Indonesia, yang terus diingat dan dihormati oleh generasi penerus. Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila, masyarakat diingatkan akan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa yang lebih baik dan harmonis.
