Penelusuran Fakta Mengungkap Video Palsu yang Menyebut Gubernur Jabar Ajak TKI Ikuti Kuis
Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengadakan kuis tebak kata dengan hadiah ratusan juta rupiah untuk para tenaga kerja Indonesia (TKI). Namun, setelah ditelusuri oleh tim peneliti fakta, video tersebut ternyata merupakan hasil manipulasi.
Narasi yang Beredar
Video tersebut pertama kali dibagikan oleh akun Facebook pada awal November 2025. Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi tampak sedang memberi informasi bahwa ia mengadakan kuis tebak kata bagi TKI. Jawaban kuis diminta dikirim melalui Messenger sambil mencantumkan nomor WhatsApp pribadi.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan bahwa akun Facebook yang membagikan konten tersebut bukan milik Dedi Mulyadi. Akun resmi Gubernur Jawa Barat adalah @KangDediMulyadi. Ketika dicek, tidak ada informasi atau unggahan terkait kuis berhadiah ratusan juta rupiah di akun tersebut.
Penelusuran Teknis
Dengan menggunakan teknik reverse image search, ditemukan bahwa video tersebut memanipulasi unggahan dari akun Instagram milik Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat. Dalam video aslinya, Dedi Mulyadi tidak pernah mengumumkan kuis tebak kata bagi TKI. Yang sebenarnya, ia hanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga dan pegawai pemerintahan yang bekerja dengan baik sehingga Jawa Barat menjadi provinsi terbaik dalam pengelolaan keuangan daerah pada 2025.
Analisis Suara
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Dedi Mulyadi yang mengumumkan kuis tebak kata berhadiah bagi TKI memiliki probabilitas 95,9 persen dihasilkan oleh artificial intelligence (AI). Hal ini menunjukkan bahwa narasi dalam video tersebut tidak berasal dari sumber asli.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, video yang mengeklaim bahwa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadakan kuis tebak kata berhadiah ratusan juta rupiah bagi TKI adalah hasil dari konten manipulasi. Dalam video aslinya, Dedi Mulyadi hanya menyampaikan keberhasilan Jawa Barat menjadi provinsi terbaik dalam pengelolaan keuangan daerah pada 2025. Sementara itu, suara yang digunakan dalam video palsu tersebut diduga berasal dari AI.
Langkah Pencegahan
Untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak benar, masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi sumber informasi sebelum menyebarkan konten. Terutama dalam era digital saat ini, di mana manipulasi konten bisa terjadi dengan mudah.
Selain itu, penting bagi pengguna media sosial untuk lebih waspada terhadap konten yang menawarkan hadiah besar atau meminta informasi pribadi. Informasi seperti ini bisa saja merupakan modus penipuan atau upaya untuk menyebarkan hoaks.
Dengan adanya penelitian dan verifikasi seperti ini, diharapkan masyarakat lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan pejabat publik.



