IHSG Naik Awal Sesi, Rupiah Tidak Bersemangat

0
160

IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Rupiah Melemah

Pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (30/9/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan dan bergerak di zona hijau. Pada pukul 09.02 WIB, IHSG berada pada posisi 8.125,33, naik sebesar 2,09 poin atau 0,03 persen dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level 8.123,24.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 268 saham bergerak di zona hijau, sementara 153 saham berada di zona merah. Sisanya, 189 saham stagnan. Nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,21 triliun dengan volume perdagangan sebesar 2,43 miliar saham.

Analisis Teknis IHSG

Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memberikan analisis teknikal terkait IHSG. Menurutnya, indeks tersebut berpotensi menguat secara terbatas dengan support di level 7.975–8.140. Meski demikian, ia menilai bahwa kenaikan tidak akan terlalu signifikan dalam jangka pendek.

Selain itu, Fanny Suherman, Analis sekaligus Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyebutkan bahwa IHSG kemarin ditutup naik sebesar 0,3 persen disertai dengan net buy senilai Rp 191 miliar. Beberapa saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain BRMS, BREN, BBCA, MBMA, dan ARCI.

Menurut Fanny, IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikan terbatas hari ini. Ia memprediksi bahwa support akan berada di level 8.070-8.100, sedangkan resistance di kisaran 8.160-8.200.

Kondisi Bursa Asia

Bursa kawasan Asia juga menunjukkan tren positif pada awal perdagangan hari ini. Strait Times menguat sebesar 0,24 persen atau 10,35 poin di level 4.280,33. Shanghai Composite naik 0,36 persen atau 13,80 poin di level 3.876,34.

Namun, Nikkei mengalami penurunan sebesar 0,13 persen atau 56,90 poin di level 44.986,89. Sementara itu, Hang Seng menguat 0,51 persen atau 135,46 poin ke level 26.758,34.

Rupiah Melemah di Pasar Spot

Di pasar spot, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.13 WIB, rupiah berada pada level Rp 16.682 per dollar AS, melemah sebesar 2,5 poin atau 0,01 persen dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 16.679,5 per dollar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa meskipun rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dollar AS, penguatan tersebut akan terbatas. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran terhadap shutdown pemerintah AS yang dapat memengaruhi sentimen pasar.

Lukman juga menambahkan bahwa investor cenderung wait and see menantikan data pekerjaan AS, khususnya tingkat Non-farm Payroll (NFP) yang akan dirilis pekan ini. Prediksi kurs rupiah hari ini akan bergerak dalam rentang 16.600–16.700.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini