Beranda News Menteri Pertanian: Kaltara Berpotensi Kembangkan Kopi, Pemkot Tarakan Inventarisir Lahan

Menteri Pertanian: Kaltara Berpotensi Kembangkan Kopi, Pemkot Tarakan Inventarisir Lahan

0
132

Kesiapan Lahan untuk Pengembangan Pertanian di Tarakan

Setelah melakukan kunjungan ke wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak para kepala daerah untuk segera mempersiapkan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sektor pertanian. Wilayah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan berbagai komoditas seperti kopi, kakao, kelapa, dan kelapa sawit. Pemerintah pusat juga akan memberikan bantuan anggaran untuk mendukung inisiatif tersebut.

Inventarisasi Lahan sebagai Langkah Awal

Wali Kota Tarakan, Khairul, menjelaskan bahwa langkah awal yang dilakukan oleh pemerintah kota adalah melakukan inventarisasi lahan masyarakat. Proses ini meliputi pengecekan lahan yang bisa digunakan untuk cetak sawah. Petani sendiri yang menjadi pengusul, melalui kelompok tani mereka, dengan menilai potensi lahan yang tersedia. Tujuannya adalah agar lahan tidak terbuang sia-sia dan bisa berkontribusi secara produktif.

“Selain itu, pemerintah juga sedang melakukan inventarisasi lahan-lahan yang belum aktif. Nanti kita coba masukkan ke dalam perkebunan, apakah dikelola oleh Perumda Agrobisnis atau instansi lainnya agar lahan tersebut tidak menganggur,” ujar Khairul.

Perhatian terhadap Ruang Terbuka Hijau

Lahan milik pemerintah kota yang luas juga perlu diinventarisasi. Selain itu, perlu adanya perhatian terhadap ruang terbuka hijau (RTH) yang sudah ada. Sebagian dari lahan tersebut telah menjadi RTH, hutan kota, atau bahkan hutan mangrove. Namun, masih ada beberapa area yang belum termasuk dalam kawasan tersebut dan sedang dalam proses inventarisasi.

Penyesuaian Lahan dengan Jenis Komoditas

Tidak hanya lahan pemerintah, lahan milik masyarakat juga turut diinventarisasi. Lahan yang tersedia cukup luas, mulai dari wilayah utara hingga timur. Dalam hal ini, penyesuaian jenis komoditas akan disesuaikan dengan kondisi lahan dan musim.

“Secara umum, semua lahan bisa dimanfaatkan, tetapi varietasnya harus sesuai. Nanti akan disesuaikan dengan kondisi lahan dan musim,” jelas Khairul.

Fokus pada Komoditas yang Tepat

Dari sekian banyak komoditas yang bisa dikembangkan, Khairul menyoroti bahwa kelapa dan kopi memiliki potensi besar di Tarakan. Untuk kakao, pihaknya masih menunggu data lebih lanjut tentang varietas yang cocok. Sementara itu, kelapa sawit tidak bisa dikembangkan karena keterbatasan lahan dan kebijakan lingkungan.

“Kita tidak bisa mengembangkan kelapa sawit. Yang bisa dilakukan adalah kelapa dalam, kakao, dan kopi,” ujarnya.

Menjaga Keseimbangan Lingkungan

Khairul menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Ia menyatakan bahwa pengembangan lahan tidak boleh mengganggu hutan kota maupun hutan lindung.

“Jika itu dilakukan, maka akan sangat merugikan lingkungan dan masyarakat sekitar,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini