Pantangan Utama yang Harus Dihindari oleh Orang dengan Gula Darah Tinggi
Gula darah tinggi sering kali menjadi masalah kesehatan yang serius, terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat diabetes atau risiko tinggi mengalami kondisi ini. Menurut dr. I Gusti Ngurah Adhiartha, Sp.PD-KEMD, FINASIM, seorang dokter endokrinologi dari Siloam Hospitals TB Simatupang, beberapa kebiasaan dan pola makan tertentu bisa memicu lonjakan gula darah secara signifikan.
Minuman Manis dan Makanan Bergula
Salah satu pantangan utama bagi orang dengan gula darah tinggi adalah konsumsi minuman manis dan makanan bergula. Minuman seperti teh manis, soda, boba, dan minuman kemasan lainnya sangat berisiko karena gula cair dalam bentuknya yang cepat diserap tubuh. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara tajam dalam waktu singkat.
“Penyebab paling mudah gula darah tinggi itu asupan karbohidrat dan gula yang terlalu tinggi,” ujar dr. Adhiartha saat diwawancarai.
Makanan Cepat Saji dan Karbohidrat Sederhana
Selain minuman manis, makanan cepat saji juga menjadi pantangan utama. Makanan jenis ini umumnya tinggi akan karbohidrat sederhana, lemak, dan natrium. Contohnya adalah nasi putih, roti putih, mi instan, dan gorengan. Jenis karbohidrat ini mudah diubah menjadi glukosa dan memicu kenaikan gula darah.
Adhiartha menegaskan bahwa diabetes bukan hanya tentang jenis makanan, tetapi jumlah yang dikonsumsi. “Diabetes itu bukan jenis makanannya, tapi jumlahnya yang harus diatur,” katanya.
Kurang Tidur dan Stres Berlebihan
Pola hidup juga memainkan peran penting dalam pengendalian gula darah. Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat meningkatkan kadar gula darah. Hormon stres seperti kortisol, adrenalin, dan noradrenalin dilepaskan saat seseorang mengalami stres, yang pada akhirnya memengaruhi kadar gula darah.
“Orang yang sering begadang risiko diabetes bisa meningkat hingga tujuh kali karena hormon stres seperti kortisol naik,” jelasnya.
Pantangan Lain yang Perlu Diperhatikan
Selain faktor makanan dan pola hidup, beberapa kondisi lain juga bisa memicu gula darah tinggi. Misalnya:
- Konsumsi obat tertentu seperti steroid dan diuretik tiasid tanpa pengawasan dokter
- Pola makan tidak teratur dengan porsi berlebihan
- Kurang aktivitas fisik dalam jangka panjang
Bagi penderita diabetes, gula darah tinggi juga bisa terjadi jika dosis obat atau insulin yang digunakan tidak sesuai. “Kalau pakai insulin tapi dosisnya tidak tepat atau tidak disuntik, gula darah pasti naik,” tambahnya.
Alternatif Makanan yang Lebih Aman
Untuk mengendalikan gula darah, dr. Adhiartha menyarankan untuk memilih makanan dengan indeks glikemik rendah. Contohnya adalah beras merah, ubi, sayuran hijau, dan buah-buahan golongan beri. Protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe juga lebih aman untuk dikonsumsi.
Cara memasak juga turut berpengaruh meski tidak dominan. Metode rebus, kukus, atau penggunaan air fryer dinilai lebih baik dibandingkan menggoreng.
“Pengendalian gula darah bukan hanya soal obat, tapi soal kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan
Meskipun kebiasaan sehari-hari sangat penting, pemeriksaan ke dokter tetap diperlukan untuk memastikan kadar gula darah terkontrol dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Dengan menjaga pola hidup yang sehat dan konsultasi rutin dengan dokter, orang dengan gula darah tinggi bisa menjalani kehidupan yang lebih sehat dan nyaman.



