Keselamatan Santri Jadi Prioritas Utama Pasca Kebakaran Mushalla di Ponpes Al Khoziny
Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Amin Suyitno, menyampaikan bahwa keselamatan santri menjadi prioritas utama dalam menangani peristiwa ambruknya mushalla Pondok Pesantren Al Khoziny. Ia mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kejadian tersebut dan memastikan bahwa bantuan akan segera diberikan.
“Kami sangat berduka atas musibah ini. Keselamatan para santri Al Khoziny dan warga pesantren menjadi prioritas utama. Bantuan segera diturunkan, dan pemulihan fasilitas akan kami lakukan secepat mungkin,” ujar Suyitno dalam keterangan pers.
Koordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur
Suyitno menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur agar mendampingi pesantren dalam proses penanganan korban. Selain itu, tim lapangan juga dikerahkan untuk memastikan santri dan jemaah terdampak mendapat pertolongan medis yang layak.
“Tim lapangan juga dikerahkan untuk memastikan santri dan jemaah terdampak mendapat pertolongan medis yang layak,” jelasnya.
Ajakan untuk Berkontribusi dalam Pemulihan
Kemenag mengajak para pihak, mulai dari ormas Islam, pesantren, hingga masyarakat luas untuk memberikan dukungan moril maupun materil bagi Pesantren Al Khoziny.
“Dengan kebersamaan, insya Allah pemulihan bisa berjalan cepat dan membawa manfaat besar bagi seluruh keluarga besar pesantren,” tuturnya.
Survei Teknis untuk Mengetahui Penyebab Kerusakan
Saat ini, kata Suyitno, Kemenag telah mengarahkan survei teknis terhadap kondisi bangunan pesantren. Survei teknis dilakukan untuk menelusuri penyebab kerusakan sekaligus memetakan risiko pada bangunan lain di sekitar pesantren.
“Fokus kami saat ini memastikan evakuasi berjalan lancar, korban mendapat perawatan maksimal, dan aktivitas pesantren dapat kembali berlangsung dengan aman. Evaluasi teknis juga akan diperketat agar peristiwa serupa tidak terulang,” jelasnya.
Bantuan Rehabilitasi dari Pemerintah
Suyitno juga menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan rehabilitasi, baik melalui anggaran pusat maupun dukungan daerah untuk memperbaiki fasilitas ponpes yang rusak.
Informasi Terkait Kejadian
Sebagai informasi, bangunan tiga lantai Ponpes Al Khoziny yang berfungsi sebagai musala ambruk dan menimpa para santri yang sedang melaksanakan shalat Ashar pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Akibat kejadian ini, satu orang santri dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya terjebak di dalam reruntuhan.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengonfirmasi bahwa sebanyak 79 santri berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. “Satu korban meninggal dunia dan saat ini sedang proses pemulangan terhadap korban meninggal,” ungkapnya.
Korban yang meninggal dunia adalah Maulana Affan Ibrahimafic, seorang remaja berusia 15 tahun yang berasal dari Kalianyar Kulon, Gang 9 No 5, Kelurahan Pabean, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya.



