Insiden Pengeroyokan Pemain Ketipung dalam Pesta Pernikahan di Klaten
Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi dalam sebuah pesta pernikahan di Klaten, Jawa Tengah. Seorang pemain ketipung dikabarkan menjadi korban pengeroyokan oleh tamu undangan saat acara berlangsung. Kejadian ini menimbulkan reaksi dari ratusan seniman yang kemudian melakukan aksi damai sebagai bentuk dukungan terhadap korban.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (28/9/2025) dalam pesta pernikahan di Tambak Sari RT 01/RW 03, Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes. Saat itu, seorang pria yang merupakan pemain ketipung dikeroyok oleh beberapa tamu hajatan. Bahkan, pengantin pria juga ikut serta dalam aksi tersebut. Korban tidak mampu melawan dan akhirnya tersungkur ke lantai.
Awalnya, penonton meminta tambahan tiga lagu dari kelompok musik yang hadir. Setelah disetujui dan selesai tampil, para pemain musik turun. Namun, warga yang sedang berjoget menegur mereka dengan pertanyaan, “Kok ndang rampung ki pie mas, iki durung enek jam 17.00 WIB (Kok sudah selesai gimana mas, ini belum ada jam 17.00 WIB)?”
Pemain ketipung yang bernama Kirun menjawab bahwa mereka telah memenuhi kesepakatan dengan menambahkan tiga lagu sesuai permintaan. Namun, hal ini justru memicu keributan antara penonton dan musisi. Akibatnya, Kirun menjadi korban pengeroyokan.
Luka-luka dan Penanganan Medis
Kirun mengalami luka-luka seperti memar pada pelipis kiri, dahi kiri sobek, kepala pusing, dan siku tangan lecet-lecet. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro Klaten. Selain Kirun, penyanyi Dila Nurul Novita juga menjadi korban dalam kejadian ini.
Polisi telah menangkap tiga tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah EA dan IA, warga Kecamatan Kalikotes, serta AR, warga Kecamatan Klaten Selatan. Para tersangka dikenakan Pasal 17 Juncto 351 KUHP tentang pengeroyokan dan terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.
Barang bukti yang diamankan antara lain satu kursi lipat merah, dua kaus berwarna hitam, dan satu kemeja berwarna hitam. Kursi tersebut diduga digunakan sebagai alat untuk memukul korban.
Aksi Damai Ratusan Seniman
Menyusul insiden ini, ratusan pelaku seni dari Solo Raya dan Jawa Tengah melakukan aksi damai di Klaten pada Rabu (1/10/2025). Aksi ini diikuti sekitar 500 seniman dari berbagai daerah, termasuk Solo, Salatiga, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Para seniman berkumpul di Alun-alun Kabupaten Sleman dan melakukan orasi serta bersilaturahmi ke rumah korban. Koordinator aksi, Kombang, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap korban.
“Kita mengadakan aksi damai atau solidaritas, karena meskipun kita banyak orang beda nyawa tapi satu jiwa,” ujar Kombang. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama seniman sangat penting.
Ia juga menegaskan bahwa keamanan selama tampil menjadi hal yang sangat penting. Harapan besar diucapkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. “Harapan kami sebagai seniman agar nanti keamanan lebih dijamin untuk kita dalam bekerja atau nyambut gawe itu bisa nyaman, aman, selamat. Dan tentu saja tidak ada lagi aksi-aksi atau insiden yang merugikan bagi teman-teman seniman,” tegasnya.



