Beranda Berita Mahasiswa UGM Kembangkan Empon-empon Jadi Puding dan Permen Instan

Mahasiswa UGM Kembangkan Empon-empon Jadi Puding dan Permen Instan

0
75



Empon-empon, atau rempah-rempah seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur, sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak lama. Mulai dari bahan jamu hingga bumbu masakan, rempah ini selalu hadir dalam berbagai bentuk. Namun, di tangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), empon-empon tidak hanya digunakan sebagai bahan tradisional, tetapi juga diolah menjadi camilan modern yang menarik.

Inovasi ini dilakukan oleh lima mahasiswa UGM yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM). Mereka adalah Oxana F.M. Simatupang, Diah Nasywa Wijaya, Gadiza Larasayu Ginantika, Syntia Elsa Manora Simarmata, dan Melati Putri Ramadhani. Tim ini mengembangkan program pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi empon-empon yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengolahan hasil panen empon-empon. Tim PKM-PM bekerja sama dengan PKK Lestari, sebuah kelompok masyarakat yang aktif dalam pemberdayaan.



Salah satu langkah utama dari program ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota PKK Lestari. Mereka diajarkan cara mengolah empon-empon menjadi produk inovatif yang bisa dipasarkan. Dari pelatihan ini, lahir beberapa produk unik seperti “Pudak Kunir” yang merupakan puding instan kunyit dan “Gendis Empon” yang merupakan permen jeli dari temulawak.

Selain itu, para anggota PKK juga diajarkan tentang desain kemasan yang menarik dan strategi pemasaran digital. Tujuannya adalah agar produk mereka bisa diterima oleh pasar yang lebih luas.

“Setiap tahap dari proses produksi sampai pemasaran melibatkan anggota PKK secara aktif,” kata Melati. “Mulai dari menanam empon-empon, mengolahnya, hingga memastikan kemasan tampil menarik.”

Tim PKM-PM juga memberikan dukungan dalam hal izin usaha dan pemasaran. Mereka membantu mitra dalam membuat kemasan yang sesuai standar dan memahami cara memasarkan produk secara online. Produk-produk ini kini mulai diperkenalkan melalui kerja sama dengan Posyandu Lestari dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman. Selain itu, rencananya akan dipasarkan melalui platform e-commerce.



Ketua PKK Lestari, Titik, menyambut antusias program ini. Menurutnya, pelatihan yang diberikan oleh tim PKM-PM membuka wawasan baru bagi masyarakat tentang potensi ekonomi dari tanaman empon-empon.

“Sebelumnya, kami tidak tahu cara mengolah empon-empon menjadi produk bernilai jual. Sekarang, kami bisa menghasilkan produk yang bisa dipasarkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan hasil yang telah dicapai, tim PKM-PM UGM berharap bahwa masyarakat dapat terus mengembangkan potensi empon-empon sebagai sumber ekonomi yang berkelanjutan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa rempah lokal bisa menjadi peluang ekonomi baru yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan oleh tim PKM-PM UGM dalam program ini:

Pelatihan pengolahan empon-empon menjadi produk pangan inovatif

Pendampingan dalam aspek pengemasan dan pemasaran

Pembekalan tentang strategi pemasaran digital

Bantuan dalam pengurusan izin usaha

* Kerja sama dengan instansi pemerintah dan komunitas lokal untuk memperluas pasar

Program ini bukan hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan sumber daya alam lokal secara optimal. Dengan demikian, empon-empon yang selama ini dianggap sebagai bahan tradisional bisa menjadi bagian dari ekonomi modern yang berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini