Beranda Berita Megawati Berpidato di Perayaan 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika

Megawati Berpidato di Perayaan 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika

0
5



Pada hari Sabtu, 18 April 2026, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Megawati Soekarnoputri dijadwalkan memberikan pidato kunci dalam seminar peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Seminar ini berlangsung dengan tema ‘Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini’.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto menyampaikan bahwa Megawati akan menjadi pembicara utama atau keynote speaker pada pukul 13.30 WIB. Ia menegaskan bahwa penyampaian pidato oleh Megawati akan menjadi bagian penting dari acara ini.

Peringatan ini dilaksanakan oleh DPP PDI Perjuangan sebagai bentuk refleksi terhadap semangat Dasasila Bandung dan upaya memperkuat solidaritas antara bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam menghadapi tantangan geopolitik global saat ini.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.10 WIB menunjukkan bahwa Megawati tiba di Sekolah Partai didampingi oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bintang Puspayoga. Kedatangan Presiden ke-5 Republik Indonesia ini disambut langsung oleh Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah, dan Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Yoseph Aryo Adhi Dharmo.

Dalam seminar ini, Ahmad Basarah sebelumnya menyampaikan pandangan bahwa kolonialisme belum sepenuhnya berakhir. Ia menilai bahwa kolonialisme telah berubah menjadi bentuk neokolonialisme, seperti dominasi ekonomi, ketergantungan teknologi, dan tekanan geopolitik. Menurut dia, situasi ini jauh dari cita-cita Dasasila Bandung 1955 yang menekankan perdamaian dunia.

“Dunia masih jauh dari cita-cita keadilan yang diperjuangkan dalam semangat Bandung,” ujar Ahmad saat memberikan pidato dalam seminar tersebut.

Ahmad menjelaskan bahwa KAA yang digelar pada 18-24 April 1955 di Bandung merupakan warisan dari pemerintahan mantan Presiden Soekarno. Acara ini menunjukkan bahwa bangsa Asia dan Afrika memiliki hak untuk menentukan masa depan sendiri tanpa intervensi kolonial dan imperialis.

Soekarno, kata Ahmad, pernah menyatakan bahwa kemerdekaan dan perdamaian adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Perdamaian menjadi prasyarat bagi kemerdekaan, “Tanpa perdamaian, kemerdekaan akan kehilangan makna dan nilainya,” tambahnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Kepala Badan Sejarah Indonesia PDIP Bonnie Triyana, serta para narasumber seperti Prof Hikmahanto (Pakar Hubungan Internasional), Dr. Dina Sulaeman (Pakar Timur Tengah), Andi Widjayanto (Eks Gubernur Lemhanas), dan Heri Akhmadi (mantan Dubes Jepang).

Selain itu, hadir pula anggota DPR Fraksi PDIP dan sejumlah aktivis, antara lain Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid. Acara ini menjadi momen penting dalam merayakan semangat gerakan Asia Afrika dan memperkuat komitmen untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan damai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini