Beranda Berita Dua Kapal Pertamina Siap Lintasi Hormuz, Keselamatan Jadi Utama

Dua Kapal Pertamina Siap Lintasi Hormuz, Keselamatan Jadi Utama

0
2

PIS Persiapkan Dua Kapal untuk Melintasi Selat Hormuz

PT Pertamina International Shipping (PIS) telah menyiapkan dua kapalnya, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, untuk melintasi Selat Hormuz. Keputusan ini diambil setelah Iran mengumumkan pembukaan kembali jalur tersebut. Perusahaan memastikan bahwa keselamatan awak kapal, keamanan kapal, serta keutuhan muatan menjadi prioritas utama dalam setiap operasional.

PIS melakukan pemantauan intensif dan menyusun perencanaan pelayaran secara komprehensif. Langkah-langkah ini ditempuh untuk memastikan kedua kapal dapat melintasi jalur strategis tersebut dengan aman, meskipun situasi di kawasan masih dinamis.

Menurut Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, perusahaan telah merancang strategi pelayaran yang menyeluruh. “Kami melakukan pemantauan intensif dan menyiapkan passage plan yang aman agar kapal dapat melintasi Selat Hormuz,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Strategi tersebut mencakup beberapa aspek penting seperti penyusunan rute pelayaran yang optimal, identifikasi potensi risiko di lapangan, penggunaan sistem navigasi elektronik, hingga penyiapan rencana kontinjensi. Semua elemen ini dirancang untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama pelayaran berlangsung.

PIS juga meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Komunikasi dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendukung jalur diplomasi dengan otoritas setempat. Selain itu, perusahaan juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, serta otoritas di wilayah terkait. Proses ini diperlukan agar seluruh persyaratan dan perizinan pelayaran dapat terpenuhi dengan baik.

Vega menegaskan bahwa keselamatan menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan operasional. “Prioritas kami tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya,” kata dia.

Pembukaan Selat Hormuz memberi ruang bagi aktivitas pelayaran kembali berjalan, termasuk distribusi energi yang melintasi jalur tersebut. PIS memastikan setiap langkah dilakukan dengan perhitungan matang agar operasional tetap aman dan terkendali.

Pembukaan Jalur oleh Iran

Sebelumnya, Pemerintah Iran pada Jumat (17/4/2026) mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh setelah terpenuhinya syarat penghentian serangan terhadap Lebanon. Keputusan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, perlintasan untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” ujar Araghchi.

Seorang pejabat militer Iran menyampaikan bahwa kapal yang melintas tetap memerlukan izin dari otoritas terkait. Sementara itu, laporan media internasional menyebutkan bahwa kapal komersial, termasuk dari Amerika Serikat, diizinkan melintas, sedangkan kapal militer tidak.

Dampak Pasar Global

Respons pasar global terlihat dari penurunan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent turun ke kisaran 88 dolar AS per barel setelah sebelumnya sempat berada di atas 98 dolar AS.

Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi salah satu titik vital distribusi energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global serta gas alam cair diangkut melalui jalur ini.

Pasar keuangan global juga merespons positif perkembangan tersebut. Indeks saham utama di Amerika Serikat menguat pada awal perdagangan, sementara bursa saham Eropa mencatat kenaikan di sejumlah indeks utama.

Beberapa waktu lalu, Selat Hormuz sempat tidak dapat dilalui kapal tanker setelah meningkatnya ketegangan militer di kawasan pada akhir Februari. Kondisi tersebut menekan pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini