Kebijakan Riset dan Inovasi untuk Mendorong Daya Saing Indonesia
Dalam rangka memperkuat daya saing bangsa, pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendiktisaintek) menegaskan pentingnya peran aktif perguruan tinggi dan industri dalam mendorong pengembangan riset, inovasi, serta hilirisasi teknologi nasional. Hal ini disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Brian Yuliarto, dalam acara PRIMA (Pameran Hasil Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat) dan CEO Summit 2025.
PRIMA dan CEO Summit 2025 menjadi ajang strategis yang mempertemukan dunia industri dengan hasil-hasil riset perguruan tinggi. Dalam acara tersebut, Brian menyampaikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri menjadi kunci utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Peran Perguruan Tinggi sebagai Lokomotif Pengembangan Industri
Menurut Brian, perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki peran strategis sebagai lokomotif pengembangan industri berbasis sains dan teknologi. Ia menyoroti pentingnya kontribusi kampus teknologi dalam menghadapi tantangan jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap), yang diperkirakan dapat diatasi dalam waktu sekitar 13 tahun.
Brian mencontohkan keberhasilan Pakistan dalam membangun industri pertahanan yang kuat, meskipun GDP perkapita mereka lebih rendah dibanding Indonesia. Keberhasilan itu lahir dari kemampuan membaca kondisi geopolitik dan menemukan niche market yang tepat. Ia berharap Indonesia juga bisa melakukan hal serupa, dengan bantuan para ahli dan riset yang tepat.
Tantangan dalam Menghubungkan Riset dengan Pasar
Salah satu tantangan utama dalam mengembangkan riset adalah menjembatani perbedaan karakter antara dunia riset dan kebutuhan pasar. Brian mengatakan bahwa banyak dosen dan kalangan kampus cenderung merasa produk-produk mereka paling canggih dan hebat. Namun, pasar tidak selalu menyukainya.
Untuk mengatasi ini, Kemendiktisaintek terus berupaya menawarkan peluang kerja sama dengan industri, termasuk BUMN dan perusahaan swasta. “Saya selalu ketemu BUMN-BUMN, industri-industri, menawarkan, bapak perlu produk apa,” ujarnya.
Program Hilirisasi Riset 2022–2025
Program Hilirisasi Riset 2022–2025 telah mendanai sebanyak 3.653 kolaborasi dengan 2.734 mitra industri, dengan total pendanaan mencapai sekitar Rp 3 triliun. Brian menekankan bahwa bahkan satu persen dari jumlah ini akan menjadi pencapaian yang signifikan, yaitu 27 industri.
Selain itu, Brian menekankan pentingnya tidak hanya mengejar paten, tetapi juga memastikan bahwa paten tersebut menghasilkan royalti. Berdasarkan data kementrian, sejumlah produk riset perguruan tinggi telah mencapai tingkat kesiapan teknologi (TRL) tinggi dan mampu menghasilkan pendapatan puluhan juta hingga mendekati miliar rupiah.
Peta Jalan Riset Nasional
Kementerian juga memaparkan peta jalan riset nasional pada delapan industri strategis, yaitu pangan, kesehatan dan energi, maritim, pertahanan, digitalisasi (AI dan semikonduktor), manufaktur dan material maju, serta hilirisasi dan industrialisasi. Brian berharap perguruan tinggi aktif berkontribusi dalam pengembangan sektor-sektor tersebut.
Kolaborasi untuk Membangun Industri Besar Berbasis Teknologi
Brian mengajak civitas akademika ITB untuk terlibat secara kolektif dalam pengembangan industri nasional. Menurutnya, pendekatan kolaboratif akan mempercepat lahirnya industri besar berbasis teknologi. “Ini adalah power of brain, dan itu tempatnya disini di ITB dan kita harus punya tekad ya,” pungkasnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi pimpinan ITB dalam mendorong hilirisasi riset dan berharap lima hingga sepuluh tahun mendatang akan melahirkan industri-industri besar nasional. “Ini kesempatan besar mari manfaatkan bersama bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk rakyat Indonesia, 300 juta rakyat Indonesia, mereka pasti akan sangat senang dan bahagia ketika kesejahteraan naik dan kebangkitan bangsa kita tinggi dan mereka bisa menyekolahkan anak-anak mereka dan itu bisa memberikan efek domino untuk kebangkitan bangsa kita,” ujarnya.



