Sunday, May 19, 2024
InternasionalNegara Arab Ternyata Dukung Israel, Bukan Iran

Negara Arab Ternyata Dukung Israel, Bukan Iran

Reformasi.co.id – Serangan balasan Iran dengan meluncurkan ratusan drone dan rudal ke Israel tidak berhasil karena sebagian besar dapat dicegat dan dihancurkan sebelum mencapai tujuan.

Hal ini ternyata didukung oleh beberapa negara Arab yang memberikan bantuan kepada Israel dalam penyediaan informasi intelijen serta dalam mencegat serangan tersebut.

Menurut laporan dari Wall Street Journal (WSJ), tujuh negara di Teluk memberikan informasi kepada Amerika Serikat (AS) terkait serangan ini, termasuk di antaranya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Beberapa negara di Teluk memberikan informasi penting yang menjadi kunci keberhasilan langkah-langkah pertahanan udara yang hampir seluruhnya menggagalkan serangan besar-besaran ini,” ungkap pejabat dari Saudi, AS, dan Mesir kepada WSJ, seperti dikutip pada Minggu (21/4/2024).

Kerja sama ini diprakarsai oleh AS, yang telah berupaya membentuk kemitraan militer informal selama bertahun-tahun untuk melawan ancaman dari Iran.

Laporan tersebut juga mengungkapkan untuk pertama kalinya ruang lingkup kerjasama ini melibatkan negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

“Peran penuh yang dimainkan oleh Arab Saudi dan pemerintahan penting Arab lainnya masih dirahasiakan,” tambah laporan tersebut.

Setelah serangan pada tanggal 1 April dan ancaman balasan dari Iran, pejabat AS mulai mendesak pemerintah negara-negara Arab untuk memberikan informasi intelijen mengenai rencana balas dendam Iran dan meminta bantuan untuk mencegah serangan tersebut.

Pada awalnya, beberapa negara Arab ragu-ragu karena khawatir dengan konsekuensi dari membantu Israel, termasuk kemungkinan terlibat langsung dalam konflik dengan Iran atau menghadapi pembalasan.

Selain itu, beberapa pihak merasa khawatir karena dianggap membantu Israel di tengah perang melawan Hamas di Jalur Gaza.

Namun, pada akhirnya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab setuju untuk memberikan informasi secara pribadi, sementara Yordania menyetujui penggunaan wilayah udaranya oleh AS dan pesawat tempur negara lain untuk mencegat rudal dan drone. Yordania juga menyatakan akan menggunakan pesawat jetnya sendiri untuk melakukan tugas pencegatan.

Laporan tersebut menambahkan bahwa dua hari sebelum serangan, pejabat Iran memberi tahu Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya tentang profil respons yang mereka rencanakan terhadap Israel, memberikan waktu bagi negara-negara tersebut untuk mengamankan wilayah udara mereka sendiri.

“Tantangannya adalah untuk menyatukan semua negara tersebut dengan Israel meskipun negara-negara tersebut terisolasi secara regional. Itu adalah masalah diplomatik,” tulis laporan WSJ.

Reaksi Yordania

Raja Abdullah II dari Yordania menyatakan bahwa negaranya tidak boleh menjadi ‘teater perang regional’ setelah berhasil mencegat beberapa rudal dan drone saat Iran menyerang Israel pada akhir pekan.

Abdullah menegaskan komitmen negaranya untuk menjaga keamanan dan kedaulatan di atas segala pertimbangan lainnya. Dia menekankan bahwa tujuan utama Yordania adalah menjaga kedaulatannya sendiri daripada membela Israel.

Yordania termasuk di antara sekelompok negara yang membantu Israel menembak jatuh rudal, roket, dan pesawat tak berawak yang diluncurkan oleh Iran dan sekutunya ke Israel.

Pada Selasa (16/4/2024), Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi menyatakan bahwa komunitas internasional harus menghentikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dari “mencuri” perhatian dari Gaza dengan meningkatkan konfrontasinya dengan Iran.

Dalam konferensi pers di Berlin bersama dengan menteri luar negeri Jerman, Safadi mengatakan bahwa Iran telah menanggapi serangan terhadap konsulatnya dan telah menyatakan bahwa mereka “tidak ingin meningkatkan ketegangan lebih jauh.”

“Kami menentang eskalasi. Netanyahu ingin mengalihkan perhatian dari Gaza dan fokus pada konfrontasi dengan Iran,” tambah Safadi.

Dengan demikian, meskipun ada kerja sama dari beberapa negara Arab dalam membantu Israel dalam menghadapi serangan dari Iran, beberapa negara seperti Yordania tetap menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kedaulatan mereka dan menolak terlibat dalam konflik regional yang lebih luas.

Ikuti berita dan informasi terbaru Reformasi.co.id di Google News.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terkini