Beranda Berita Operasi SAR Hari ke-10 Longsor Majenang Ditutup, 2 Korban Masih Hilang: Keluarga...

Operasi SAR Hari ke-10 Longsor Majenang Ditutup, 2 Korban Masih Hilang: Keluarga Pasrah

0
176

Penutupan Operasi SAR Korban Bencana Tanah Longsor di Cilacap

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, resmi ditutup pada hari ke-10, yaitu hari Sabtu, 22 November 2025. Dalam pernyataannya, pihak berwenang menyampaikan bahwa dua korban masih belum ditemukan, yaitu satu orang di wilayah A1 dan satu orang di wilayah B1.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur TNI, Polri, relawan, serta seluruh potensi SAR yang telah memberikan dukungan penuh selama operasi berlangsung,” ujar salah satu pejabat setempat.

Persetujuan Keluarga untuk Menutup Operasi SAR

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, yang hadir dalam penutupan operasi SAR tersebut, menjelaskan bahwa keputusan untuk menghentikan pencarian telah melalui dialog mendalam dengan keluarga korban. Dua korban yang belum ditemukan adalah Mbak Asah dari keluarga Pak Parkim di wilayah A1 dan Mbak Fani dari keluarga Pak Irwanto di wilayah B1.

“Sejak tadi malam hingga pagi, kami berdialog dengan keluarga. Mereka sudah mengikhlaskan dan telah menandatangani surat pernyataan,” jelas Bupati.

Setelah proses dialog selesai, dilakukan prosesi tabur bunga di dua titik lokasi serta shalat ghaib sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi korban.

Dua Korban Berusia Muda

Bupati juga menyebutkan bahwa kedua korban yang belum ditemukan merupakan anak perempuan berusia muda:

  • Maysarah Salsabila (14 tahun) – berada di worksite A1,
  • Vani Hayati (12 tahun) – berada di worksite B1.

Percepatan Relokasi Warga Terdampak

Pemerintah Kabupaten Cilacap segera mempercepat proses relokasi warga yang rumahnya terdampak longsor. Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 3,9 hektare untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

“Set plan sudah dibuat, sekitar 240 unit akan dibangun. Minggu besok tim ahli geologi PVMBG akan turun untuk menetapkan titik relokasi,” ungkap Bupati Syamsul.

Pemkab Cilacap menargetkan:

  • Pembangunan huntara dapat dimulai dalam waktu cepat, bahkan satu unit bisa selesai dalam satu minggu.
  • Seluruh proses huntara ditargetkan tidak lebih dari tiga bulan.
  • Setelah itu, pengajuan pembangunan hunian tetap akan disampaikan ke BNPB dan Kementerian Keuangan.

Bupati juga menegaskan bahwa warga bersedia direlokasi apabila wilayah dinyatakan tidak aman oleh ahli geologi.

SAR Tetap Siaga 24 Jam

Meskipun operasi SAR telah ditutup, Basarnas Cilacap tetap membuka posko selama 24 jam apabila ditemukan tanda-tanda baru keberadaan korban.

“Jika ada indikasi atau laporan dari warga, kami siap menurunkan tim kapan pun sebagai bentuk tanggung jawab,” tegas Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah.

Penutupan Operasi dengan Prosesi Doa

Penutupan operasi SAR ditandai dengan beberapa prosesi:

  • Tabur bunga di dua lokasi korban,
  • Shalat ghaib.

Doa dilakukan bersama seluruh unsur SAR, relawan, dan keluarga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini