Beranda Berita Pasar Talang Banjar Kurang Fasilitas, Pedagang Sepi dan Pemerintah Tak Hadir

Pasar Talang Banjar Kurang Fasilitas, Pedagang Sepi dan Pemerintah Tak Hadir

0
90

Kondisi Pasar Talang Banjar yang Menyedihkan

Pasar Talang Banjar, yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi warga Kota Jambi, kini mengalami penurunan yang signifikan. Kondisi pasar yang semrawut, gelap, dan berbau tidak sedap membuat banyak pedagang memilih untuk berjualan di luar area pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pasar yang seharusnya menjadi tempat berkumpulnya masyarakat kini justru menjadi tempat yang tidak nyaman.

Banyak lapak di dalam pasar terlihat kosong, sementara para pedagang lebih memilih berjualan di luar karena dianggap lebih ramai pembeli. Ani, salah satu pedagang sayuran yang sudah berjualan di Pasar Talang Banjar sejak tahun 2002, menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi saat ini. Ia mengatakan bahwa pasar yang baru dibangun justru kehilangan daya tariknya. “Kalau mau pembeli ramai, pasar harus bersih dan tidak berbau. Akses masuk juga harus mudah, sekarang mau parkir susah karena banyak pedagang yang jualan di luar,” ujarnya.

Ani tetap bertahan berjualan di dalam pasar karena memiliki pelanggan tetap. Ia mengatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan pedagang di luar asalkan ada penataan yang lebih tertib. “Kalau lapak di dalam terisi, otomatis pembeli juga akan masuk ke dalam,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Anas, seorang pedagang ayam potong. Ia mengaku bahwa kondisi ini terjadi karena pemerintah sejak awal tidak tegas dalam menata pedagang. “Kami tidak mau cari ribut dengan pedagang di luar, pelanggan kami sudah ada. Tapi karena kurang ketegasan dari awal, makanya sekarang kacau begini,” ujarnya.

Anas menilai struktur bangunan pasar yang bertingkat menyulitkan akses pembeli. Ia berharap ada penataan ulang dan perbaikan infrastruktur pasar. “Pasar rakyat idealnya satu lantai, bisa diakses dari mana saja. Kalau seperti ini, gelap, bau, lapak kosong, siapa yang mau belanja?” katanya.

Masalah Infrastruktur yang Mengganggu

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa banyak lapak yang kosong dan gelap. Selain minim penerangan, saluran drainase yang mampet menyebabkan bau tidak sedap di beberapa sudut pasar. Kondisi ini membuat pembeli enggan masuk, dan akibatnya para pedagang merugi.

Beberapa masalah utama yang dihadapi pasar antara lain:

  • Kurangnya penerangan – Banyak bagian pasar yang gelap, membuat pengunjung merasa tidak aman.
  • Saluran drainase yang mampet – Menyebabkan air tergenang dan bau tidak sedap.
  • Struktur bangunan yang tidak sesuai – Bangunan bertingkat membuat akses sulit bagi pembeli.

Harapan Para Pedagang

Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatur tata kelola pasar agar kembali tertata dan layak dikunjungi. Mereka khawatir jika pasar terabaikan, maka dampaknya akan buruk terhadap perekonomian pedagang kecil dan warga sekitar.




TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini