Pemakaman Komandan Hizbullah Disambut Ratusan Pendukung

0
87

Ratusan pendukung Hizbullah berkumpul pada hari Senin untuk menghadiri prosesi pemakaman komandan militer mereka, Haytham Ali Tabatabai. Pemakaman ini berlangsung pada 23 November 2025, setelah Tabatabai dan anggota kelompok militan lainnya tewas dalam serangan Israel di Beirut. Prosesi pemakaman ini menjadi momen yang sangat penting bagi kelompok tersebut, yang selama beberapa waktu terakhir mengalami tekanan besar dari pihak Israel.

Hizbullah menggelar upacara pemakaman pada hari Senin untuk panglima militer tertingginya dan empat anggota lainnya. Serangan yang dilakukan oleh Israel terjadi sehari sebelum prosesi pemakaman, menandai peningkatan intensitas serangan terhadap Lebanon. Sebelumnya, Israel telah meningkatkan aktivitas militer terhadap negara tetangganya itu karena Hizbullah menolak persyaratan gencatan senjata yang menuntut kelompok tersebut untuk melucuti senjata.

Haytham Ali Tabatabai adalah komandan Hizbullah yang paling senior yang dibunuh oleh Israel sejak gencatan senjata November 2024. Gencatan senjata ini merupakan upaya untuk mengakhiri lebih dari setahun konflik antara kedua belah pihak. Pembunuhan Tabatabai terjadi di tengah peningkatan serangan Israel terhadap Lebanon, yang juga diiringi dengan tekanan dari Amerika Serikat kepada pemerintah Beirut agar melucuti senjata Hizbullah yang didukung Iran.

Militer Israel menyatakan pada hari Minggu, 22 November 2025, bahwa mereka berhasil membunuh Haytham Ali Tabatabai, kepala staf umum Hizbullah. Kelompok tersebut mengonfirmasi kematian Tabatabai dan empat anggota lainnya dalam serangan tersebut. Di daerah pinggiran selatan Beirut, tempat Hizbullah memiliki pengaruh besar, ratusan pendukung hadir dalam prosesi pemakaman Tabatabai dan dua rekannya. Anggota Hizbullah yang mengenakan seragam militer membawa peti mati yang dibungkus bendera kuning milik kelompok tersebut.

Massa yang hadir meneriakkan slogan-slogan menentang Israel dan Amerika Serikat. Para pendukung juga membawa potret para pemimpin Hizbullah dan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Dalam pernyataannya, Hizbullah menyebut bahwa Tabatabai mengambil alih peran pemimpin militer setelah perang terakhir dengan Israel, yang membuat kelompok tersebut sangat lemah dan kehilangan banyak komandan senior.

Serangan Israel terhadap Lebanon terus berlangsung hampir setiap hari meskipun ada gencatan senjata. Biasanya, Israel mengklaim bahwa serangan-serangan ini ditujukan pada anggota dan infrastruktur Hizbullah untuk mencegah kelompok tersebut mempersenjatai kembali dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa tensi antara Israel dan Hizbullah masih tinggi, dan konflik ini bisa berlanjut dalam waktu yang tidak terbatas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini