Penolakan Terhadap Agung Yudaswara Menyebar di Berbagai Kelurahan
Di Kota Cimahi, gelombang penolakan terhadap Agung Yudaswara sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan semakin menguat. Kali ini, sejumlah ranting dan PAC PDI Perjuangan di kota tersebut memasang spanduk yang berisi penolakan terhadap kepemimpinan Agung. Spanduk tersebut dipasang hampir di seluruh kelurahan, termasuk di Cimahi Tengah, Cimahi Utara, dan Cimahi Selatan.
Di Cimahi Tengah, misalnya, terdapat spanduk dengan tulisan “Kami Menolak Agung Yudaswara sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi 2025-20230”. Sementara itu, di Cimahi Utara, spanduk bertuliskan “Kader Gak Diperhatiin Tapi Pengen jadi Ketua lagi? Malu Kali” juga muncul. Hal ini menunjukkan bahwa kekecewaan terhadap Agung tidak hanya terjadi di satu wilayah saja, tetapi merata di berbagai daerah.
Wakil ketua PAC Cimahi Tengah, Yohanes Carvallo, menjelaskan bahwa spanduk penolakan sengaja dipasang oleh para kader di akar rumput sebagai bentuk protes yang sebelumnya sudah disampaikan ke tingkat DPD PDI Perjuangan di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung. Ia menyebutkan bahwa spanduk penolakan bisa ditemukan di Cimahi Tengah, Cigugur, Baros, dan hampir di setiap kelurahan lainnya.
Alasan Penolakan terhadap Agung Yudaswara
Menurut Yohanes, alasan utama penolakan adalah karena Agung dianggap tidak transparan dalam urusan keuangan dan tidak memberikan perhatian yang cukup kepada kader di tingkat bawah. Ia menegaskan bahwa kebijakan Agung dinilai tidak adil, terutama dalam pengelolaan dana partai.
“Kami menolak saudara Agung dicalonkan kembali oleh DPP Partai, karena beliau itu dalam keuangan tidak transparan. Kedua, semua akar rumput mulai dari anak ranting, rating dan kepengurusan PAC sampai DPC itu masih bolong-bolong. Artinya, tidak mengurus degan baik PDIP Kota Cimahi. Kami pengurus juga tidak mendapat uang stimulan, padahal dari Kesbangpol itu ada uang pembinaan untuk partai Politik,” ujarnya.
Pemasangan spanduk ini merupakan aksi lanjutan dari para kader yang sebelumnya sudah menyampaikan kekecewaannya kepada pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, pada Jumat 28 November 2025.
Aksi Kader yang Menyampaikan Kekecewaan
Salah satu anggota DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi yang juga koordinator aksi, Lilis Suryani, mengatakan bahwa sebelum memutuskan datang ke DPD, pihaknya telah bersurat kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono. Ia menyampaikan penolakan keras jika Agung Yudaswara dipilih kembali sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi.
“Kami menyampaikan penolakan keras jika saudara Agung Yudaswara dipilih kembali sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi, karena sering kali melakukan kesewenang-wenangan dan cenderung otoriter dalam mengambil keputusan,” ujar Lilis.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa banyak pengurus cabang hingga ranting mengaku kesulitan menghubungi Agung Yudaswara. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi antara pengurus partai dengan ketua DPC sangat buruk.
Masalah Transparansi Keuangan
Lilis juga menyebutkan bahwa ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi tidak transparan terhadap keuangan partai. Bahkan, ketika para pengurus meminta agar laporan keuangan dibuka di rapat internal DPC, Agung cenderung cuek dan tidak mendengarkan.
“Saya sebagai pengurus DPC pernah menanyakan terkait keuangan namun diabaikan dan tidak pernah dibahas sama sekali di rapat internal DPC,” katanya.
Ia menegaskan bahwa aksi penolakan ini tidak ada yang menunggangi. Aksi ini merupakan hasil dari akumulasi kekecewaan terhadap kepemimpinan Agung Yudaswara sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi.
Ancaman Aksi Lebih Besar
Jika aspirasi ini dihiraukan, pihaknya mengancam akan menggelar aksi lebih besar hingga ke DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Bahkan, mereka siap mundur dari PDI Perjuangan.
“Kemarin kami diterima oleh Dendin Haryana selaku pengurus DPD PDI Perjuangan Jabar dan akan membahas masalah ini ditingkat DPD dan DPP. Tapi kalau masih Agung yang memimpin PDI Perjuangan di Kota Cimahi, kami yang tergabung dalam aksi ini siap mundur dari PDI Perjuangan Kota Cimahi,” ujarnya.
Tanggapan dari Pengurus DPD PDI Perjuangan Jabar
Sementara itu, Rafael Situmorang, pengurus DPD PDI Perjuangan Jabar yang juga anggota DPRD Jabar daerah pemilihan Kota Bandung-Cimahi, mengaku belum dapat memberikan komentar banyak ihwal polemik yang terjadi di tubuh DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi.
“Saya belum tahu detail masalahnya,” ujar Rafael.



